Perdebatan antara Gubernur Bali Wayan Koster dan pegawai perempuan SPBU terjadi ketika kelangkaan BBM memicu antrean kendaraan di sejumlah titik Denpasar pada Rabu malam, 14 Oktober 2026. Di SPBU Jalan Diponegoro, Koster meminta operasional berlangsung selama 24 jam untuk membantu mengurangi antrean.


Permintaan itu mendapat protes dari seorang pegawai yang mengaku kelelahan setelah bekerja melayani konsumen. Dalam rekaman, ia terdengar menyatakan bahwa dirinya bukan robot dan juga merasa capek. Teks pada video menampilkan keluhan serupa, termasuk kalimat “Saya juga capek, Pak” dan “Kecapekan, Pak”.

Rekaman memperlihatkan sejumlah orang berada di area SPBU ketika perdebatan berlangsung. Seorang pria berbaju putih tampak berada di antara pegawai berseragam merah dan beberapa orang lain, sementara Koster terlihat mengenakan kemeja bermotif gelap. Pada bagian awal, pegawai perempuan berdiri berhadapan dengan rombongan tersebut.

Situasi kemudian terlihat semakin tegang. Seorang pria berbaju putih mengulurkan tangan ke arah pegawai perempuan, sementara orang lain berada di antara mereka. Setelah itu, Koster tampak bergerak ke area luar bangunan dan berbicara kepada orang-orang yang berada di sekitar sepeda motor.

Video berakhir dengan teks yang memuat ucapan, “Heh usir pegawai kamu tuh.” Sejumlah laporan setelah kejadian menyebut Koster kemudian mengatakan bahwa petugas malam akan melibatkan personel TNI. Peristiwa tersebut menjadi sorotan karena mempertemukan tuntutan penanganan antrean BBM dengan keluhan tenaga operator yang mengaku kelelahan.