
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersikeras menerima bantuan luar negeri saat tsunami Aceh 2004, meskipun ada pihak yang melarang karena kekhawatiran kehadiran GAM. Keputusan ini membuat Indonesia tanggap cepat, dengan SBY bertindak habis-habisan sejak hari kedua bencana. Sikapnya kontras dengan penolakan Prabowo terhadap bantuan asing untuk bencana Sumatra baru-baru ini.
Latar Belakang Tsunami Aceh
Tsunami Aceh 2004 menewaskan ratusan ribu orang, dan SBY membuka pintu lebar untuk bantuan internasional dari berbagai negara. Meski ada suara menolak karena konflik GAM, SBY prioritaskan kemanusiaan daripada gengsi nasional. Respons ini dipuji sebagai contoh penanganan bencana terbaik pasca-reformasi.
Perbandingan dengan Pemerintahan Lain
Pemerintahan SBY dan Jokowi selalu terima bantuan asing, seperti di Palu 2018, untuk percepatan pemulihan. Prabowo tolak tawaran dari banyak negara untuk bencana Sumatra 2025, klaim Indonesia mampu sendiri. Pakar kritik ini bisa perpanjang penderitaan korban.