
Nitrous oxide, atau gas tawa yang dihirup dari balon, sempat populer di klub malam Eropa sebelum dilarang di negara seperti Belanda dan Prancis karena risiko kesehatan serius. Tren ini kini ramai dibahas di Indonesia setelah rumor kaitannya dengan kematian Lula Lahfah, meski polisi tegaskan tidak ada bukti terkait penyalahgunaan gas tersebut.
Gas tawa dijual murah (sekitar Rp80-85 ribu per balon) di klub Amsterdam pada 2022, memberikan euforia singkat tapi menyebabkan lonjakan kecelakaan dan kematian akibat hipoksia. Larangan mulai 2023 di Belanda, Belgia, dan Jerman akibat bahaya seperti pingsan, serangan jantung, serta kerusakan saraf permanen.
Rumor bermula dari spekulasi netizen di X dan TikTok pasca Lula ditemukan meninggal di apartemen Jakarta Selatan pada 23 Januari 2026, dengan dugaan overdosis “Whip Pink” (nitrous oxide). Polisi temukan obat medis dan surat rawat jalan RSPI, tanpa tanda kekerasan atau narkoba; penyebab sementara henti jantung/napas akibat riwayat GERD dan penyakit lain.
Whip Pink/gas tawa bukan narkoba tapi penyalahgunaan inhalasi ilegal karena berbahaya; BNN awasi peredarannya yang viral di pesta. Keluarga konfirmasi Lula sembunyikan sakitnya, tepis isu overdosis.