Rencana merantau untuk mencari pekerjaan berakhir duka bagi Maulana Purwo Wibowo, pemuda asal Cilacap, Jawa Tengah. Maulana menjadi salah satu korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 yang tengah dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Identitas Maulana dipastikan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan bersama Mabes Polri pada Senin, 28 September 2026. Ia tercatat sebagai salah satu dari 16 korban yang berhasil diidentifikasi pada hari ke-16 operasi pencarian. Dalam daftar resmi tersebut, Maulana tercatat berusia 19 tahun dan berasal dari Cilacap, Jawa Tengah.

Sebelumnya, Maulana dikabarkan berangkat menuju Kalimantan bersama rombongan untuk mencari pekerjaan. Informasi mengenai rencana keberangkatannya beredar setelah keluarga dan orang-orang yang mengenalnya menceritakan perjalanan Maulana melalui media sosial.
Dari unggahan yang beredar, Maulana disebut tinggal bersama neneknya setelah kondisi keluarganya berubah. Ia disebut memiliki rencana untuk bekerja di Kalimantan dan membawa uang sekitar Rp13 ribu saat perjalanan. Barang-barang yang ditemukan bersama jenazah, termasuk identitas dan uang milik korban, turut menjadi bagian dari informasi yang beredar setelah proses identifikasi.

Proses identifikasi korban KM Virgo dilakukan melalui mekanisme DVI dengan mencocokkan data ante mortem yang diperoleh dari keluarga dengan data post mortem dari jenazah. Polri sebelumnya menjelaskan bahwa data pembanding tersebut dapat mencakup informasi identitas, pemeriksaan medis, gigi, sidik jari, serta data pendukung lainnya.

Maulana termasuk dalam 16 korban yang identitasnya diumumkan pada 28 September. Selain dirinya, korban yang berhasil diidentifikasi berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Kalimantan Selatan. Dengan tambahan tersebut, total jenazah korban KM Virgo Transport 8 yang telah diketahui identitasnya mencapai 41 orang.

Hingga pengumuman tersebut, Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin telah menerima 70 jenazah untuk proses identifikasi. Sebanyak 41 di antaranya telah berhasil dikenali, sedangkan 29 jenazah lainnya masih menjalani proses pemeriksaan.
KM Virgo Transport 8 sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal tersebut mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa pada 13 September 2026 setelah menghadapi kondisi cuaca buruk. Berdasarkan data operasi yang dilaporkan, kapal membawa 243 orang dalam manifes, dengan proses pencarian dan evakuasi dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Bagi keluarga Maulana, kepastian identitas tersebut menjadi bagian dari proses pemulangan korban setelah sebelumnya pencarian dilakukan selama berhari-hari. Tim DVI masih melanjutkan pemeriksaan terhadap jenazah yang belum teridentifikasi, sementara operasi pencarian korban lainnya terus dilakukan sesuai perkembangan di lapangan.