Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Nekat Melompat dari Lantai 3, Siti Ngatiyah Selamatkan Anaknya Saat Kebakaran di Rawamangun

Siti Ngatiyah nekat menyelamatkan anaknya dengan berpindah ke bangunan sebelah saat rumah makan Padang di Rawamangun, Jakarta Timur, terbakar pada 9 Oktober 2026. Kebakaran diduga dipicu kebocoran tabung gas dan menyebabkan sejumlah pekerja mengalami luka bakar.

Aksi heroik seorang ibu bernama Siti Ngatiyah menjadi sorotan setelah dirinya berusaha menyelamatkan anaknya saat kebakaran melanda sebuah rumah makan Padang di Jalan Pegambiran, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (9/10/2026) pagi.

Dalam situasi yang membahayakan, Siti bersama anaknya terjebak di bagian atas bangunan ketika api membesar dan jalur tangga sulit dilalui. Ia kemudian mengambil keputusan berisiko demi membawa anaknya ke tempat yang lebih aman.

Berdasarkan keterangan saksi yang dikutip detikNews, Siti terlebih dahulu memindahkan anak laki-lakinya yang berusia sekitar empat tahun ke atap bangunan di sebelah rumah makan. Setelah anaknya berhasil dijangkau orang yang menunggu di seberang, Siti menyusul melompat ke bangunan tersebut.

Rekaman kejadian memperlihatkan Siti berada di atap kedai bakso sebelum turun dengan bantuan warga. Berkat upaya tersebut, Siti dan anaknya berhasil selamat dari kebakaran. Anak tersebut dilaporkan tidak mengalami luka, sedangkan kondisi Siti disebut mengalami luka-luka dalam sejumlah pemberitaan.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 07.35 WIB di rumah makan Padang yang beralamat di Jalan Pegambiran Nomor 45B, Kelurahan Rawamangun, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Petugas pemadam kebakaran menerima laporan dan segera mengerahkan personel untuk mengendalikan api.

Menurut keterangan petugas, kebakaran diduga dipicu kebocoran tabung gas saat pekerja sedang memasak dan hendak mengganti tabung. Api kemudian menyala di area dapur lantai atas dan membesar. Upaya awal menggunakan alat pemadam api ringan tidak berhasil menghentikan penyebaran api.

Sebanyak empat pekerja dilaporkan mengalami luka bakar dan mendapatkan penanganan medis. Petugas pemadam kebakaran juga mengerahkan sejumlah unit untuk memadamkan api dan mencegahnya menjalar ke bangunan sekitar.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kebakaran dapat berkembang dengan cepat, terutama ketika terjadi di area dapur yang menggunakan gas. Pemeriksaan selang dan regulator secara berkala, memastikan ventilasi memadai, serta tidak mengganti tabung gas ketika kompor masih menyala merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko.

Di tengah keadaan darurat tersebut, keberanian Siti dalam mengutamakan keselamatan anaknya menjadi perhatian publik. Meski demikian, tindakan melompat dari ketinggian sangat berbahaya dan bukan langkah yang aman untuk ditiru. Dalam kondisi kebakaran, masyarakat sebaiknya segera mencari jalur evakuasi yang aman dan mengikuti arahan petugas penyelamat.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.