
Megawati Kritik Respons Damkar: Soroti Kesiapsiagaan Layanan Darurat
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan kekesalannya terhadap kinerja petugas pemadam kebakaran (damkar) yang dinilai kurang sigap dalam menangani insiden kebakaran. Pernyataan tersebut mencuat menyusul peristiwa kebakaran terkini yang ramai diperbincangkan publik dan viral di media sosial.
Dalam pernyataannya, Megawati mengaku jengkel karena respons awal petugas terkesan lambat, sehingga memunculkan kekhawatiran akan dampak yang lebih luas jika penanganan tidak dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. Kritik tersebut bukan semata ditujukan pada satu kejadian, melainkan menjadi sorotan terhadap kesiapsiagaan layanan darurat secara umum.
Sejumlah unggahan di media sosial, termasuk dari akun informasi wilayah Jakarta Utara, turut menyoroti peristiwa kebakaran tersebut dan memicu diskusi publik mengenai standar respons damkar di wilayah perkotaan padat. Warganet mempertanyakan efektivitas sistem tanggap darurat, mulai dari kecepatan armada tiba di lokasi hingga koordinasi antarinstansi.
Megawati, yang juga Presiden ke-5 Republik Indonesia, menekankan bahwa penanganan kebakaran bukan hanya soal memadamkan api, tetapi juga menyangkut keselamatan warga, perlindungan aset, dan kepercayaan publik terhadap negara. Menurutnya, setiap detik keterlambatan dapat berujung pada kerugian yang lebih besar.
Isu kesiapsiagaan damkar sebelumnya juga kerap mencuat dalam berbagai insiden kebakaran di ibu kota dan daerah lain, termasuk kebakaran fasilitas umum dan permukiman padat. Dalam beberapa kasus, jumlah armada dan personel yang dikerahkan menjadi sorotan, meski petugas di lapangan tetap mendapat apresiasi atas upaya pantang menyerah mereka.
Kritik Megawati ini menambah daftar desakan agar pemerintah pusat dan daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem layanan darurat, mulai dari sarana-prasarana, pelatihan petugas, hingga manajemen respons krisis. Publik berharap, perhatian dari tokoh nasional ini dapat menjadi momentum perbaikan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Sumber: wearenesia