Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Manuver Armada ke-7: Sinyal Keras ke Beijing

Kapal induk nuklir USS Abraham Lincoln milik AS sedang beroperasi di Laut China Selatan, perairan dekat wilayah Indonesia, sebagai bagian dari patroli rutin Armada ke-7 pada awal Januari 2026. Langkah ini di bawah Arahan…

Kapal induk nuklir USS Abraham Lincoln milik AS sedang beroperasi di Laut China Selatan, perairan dekat wilayah Indonesia, sebagai bagian dari patroli rutin Armada ke-7 pada awal Januari 2026. Langkah ini di bawah Arahan pemerintahan Trump menanggapi aktivitas militer China yang meningkat di kawasan tersebut.​

 

Detail Operasi

Kapal induk ini membawa jet tempur siluman F-35C dan kapal perusak pendamping, melakukan operasi penerbangan untuk menunjukkan kehadiran militer AS guna mencegah agresi dan mendukung kebohongan regional. Sebelumnya berlayar dari Timur Tengah melalui Filipina dan Malaysia, kini berada di perairan internasional dekat Natuna, tanpa masuk ZEE Indonesia.​

 

Konteks Geopolitik

Pengerahan ini merupakan sinyal kuat Trump ke Tiongkok atas klaim “sembilan garis putus-putus”, sejalan dengan strategi Indo-Pasifik untuk perdamaian melalui kekuatan. Indonesia pantau ketat via TNI AL, tapi belum ada respon resmi terkait ancaman langsung. Media lokal ramai soroti sebagai “manuver Trump” di depan RI.

 

Seka one

Penulis

Seka one

Penulis di Pewarta Nusantara.