
Malone Lam, pemuda Singapura berusia 20 tahun, dituduh sebagai dalang utama pencurian 4.100 Bitcoin senilai lebih dari US$350 juta (Rp 5,5 triliun) melalui kelompok kriminal siber “Social Engineering Enterprise”. Ia memimpin 14 anggota muda yang bertemu via game online, menggunakan modus rekayasa sosial seperti menyamar sebagai agen dukungan Google atau bursa kripto untuk curi private key korban.
Latar Belakang
Lam lahir 19 Juli 2004, putus sekolah di Unity Secondary School Singapura, lalu pindah ke AS pada 2023 untuk operasikan jaringan di Los Angeles dan Miami. Bersama Jeandiel Serrano, ia boroskan hasil curian untuk mobil sport, klub malam, dan tas Birkin senilai jutaan dolar sebelum ditangkap FBI pada 2024.
Status Hukum
Kasus memasuki babak plea deal di pengadilan federal Washington DC per 18 Desember 2025, dengan 9 rekan sudah mengaku bersalah dan berpotensi bersaksi. Lam didakwa konspirasi RICO, penipuan kawat, dan pencucian uang, dengan persidangan lanjutan 12 Januari 2026.