
Wakil Ketua Umum AMPI Arief Rosyid Hasan menyatakan akan membela Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia “meski salah” saat bedah bukunya pada awal Januari 2026, memicu kontroversi luas di media sosial. Pernyataan ini dianggap menunjukkan loyalitas buta terhadap elite partai, bukan prinsip kebenaran.
Konteks Pernyataan
Arief sampaikan kalimat “jangankan benar, salah pun kita bela” dalam acara internal Golkar untuk jaga marwah Bahlil dari isu-isu politik terkait kedekatannya dengan Presiden Prabowo. Ia klaim ini kewajiban kader bela pimpinan di publik, sambil beri masukan internal.
Kritik Publik
Ketua MUI KH Cholil Nafis kecam sikap tersebut sebagai pembelaan yang salah arah, harusnya luruskan kesalahan bukan benarkan. Tokoh lain seperti Susno Duadji sebut ini perburuk citra politisi yang abaikan publik demi elite. Netizen ramai soroti kontradiksi dengan nilai organisasi HMI latar belakang Arief.