Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo berencana memanfaatkan lantai dua sejumlah pasar tradisional sebagai area ngopi dan panggung musik. Rencana yang diumumkan pada akhir November 2025 itu menjadi bagian dari program revitalisasi pasar untuk menarik lebih banyak pengunjung, khususnya anak muda, ke kawasan yang selama ini identik dengan aktivitas jual beli sehari-hari.
Kepala Disdag Solo, Irwan Setiawan, menjelaskan bahwa konsep tersebut akan memadukan suasana tradisional pasar dengan sentuhan hiburan modern. Area lantai dua nantinya dilengkapi panggung musik dan ruang bagi kafe-kafe kecil.
Penyewaan akan dibuka untuk pelaku usaha kreatif maupun kuliner yang ingin terlibat dalam pengembangan ruang publik baru di lingkungan pasar.
Sejumlah komunitas seni dan musisi lokal Solo telah menyatakan minatnya. Mereka melihat rencana ini sebagai kesempatan untuk menampilkan karya, sekaligus menjaga keberlanjutan budaya lokal.
Pemerintah kota berharap langkah tersebut mampu menguatkan daya tarik pasar tradisional sebagai salah satu destinasi utama di Solo dan mendorong pertumbuhan ekonomi para pedagang.