Minggu, 25 Oktober 2026
Masuk
Berita

Langit Kalteng Berubah Merah-Oranye, Kabut Asap Karhutla Menyelimuti Kalimantan

Langit Paduran Sebangau, Pulang Pisau, Kalteng, terlihat merah-oranye pekat pada Sabtu (19/9). Kondisi tersebut terekam sekitar pukul 14.38 WIB saat kawasan diselimuti asap karhutla. BNPB masih menyiapkan operasi water bombing di sejumlah wilayah Kalteng.

Warga Desa Paduran Sebangau, Kecamatan Sebangau Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, dibuat khawatir setelah langit terlihat berwarna merah-oranye pekat pada Sabtu (19/9/2026).

Fenomena tersebut terekam sekitar pukul 14.38 WIB. Dari video dan foto yang beredar, warna langit tampak berubah menjadi oranye kemerahan, sementara jarak pandang di kawasan tersebut terlihat terbatas akibat asap.

Kondisi ini bukan fenomena langit biasa. Perubahan warna tersebut dikaitkan dengan keberadaan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di wilayah Kalimantan Tengah.

Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah sebelumnya juga mencatat penanganan karhutla di kawasan Paduran Sebangau dan sekitarnya. Salah satu lokasi berada di Desa Bantanan, Kecamatan Sebangau Kuala, dengan vegetasi gambut yang membuat api dapat menjalar dengan cepat.

Kondisi karhutla di Kalteng memang masih menjadi perhatian. Pada 16 September, data yang dikutip dari Kementerian Kehutanan mencatat 102 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalimantan Tengah. Angka tersebut telah menurun dibandingkan hari sebelumnya.

Pemerintah juga masih melakukan penanganan melalui operasi darat dan udara. BNPB merencanakan pengerahan helikopter water bombing untuk sejumlah wilayah di Kalteng, termasuk Kecamatan Sebangau Kuala dan Kahayan Kuala di Kabupaten Pulang Pisau. Pelaksanaan operasi udara tetap bergantung pada kondisi jarak pandang dan keselamatan penerbangan.

Asap karhutla dapat mengganggu jarak pandang sekaligus meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan orang dengan penyakit pernapasan.

Fenomena langit merah-oranye tersebut juga perlu dibedakan dari klaim bahwa langit “terbakar” atau merupakan fenomena alam tertentu. Dalam konteks Paduran Sebangau, laporan yang tersedia menunjukkan adanya kabut asap karhutla di kawasan tersebut.

Sebelumnya, Paduran Sebangau juga menjadi lokasi perkara dugaan karhutla pada Agustus 2026. Polisi memeriksa seorang pemilik lahan setelah sekitar dua hektare lahan dan sekitar 120 pohon sawit terbakar. Polisi menduga kebakaran berkaitan dengan kelalaian terhadap puntung rokok, tetapi proses pemeriksaan ketika itu masih berlangsung.

Perubahan warna langit ini menjadi gambaran lain dari dampak karhutla yang masih dihadapi Kalimantan Tengah. Penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman titik api, tetapi juga pengendalian asap dan perlindungan masyarakat dari dampaknya.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.