Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Kritik Jan Leike Mantan Peneliti OpenAI soal Keselamatan AI Kembali Viral, Ternyata Berasal dari 2024

Jan Leike, mantan peneliti keselamatan OpenAI, pernah mengkritik perusahaan pada Mei 2024 karena dinilai lebih mengutamakan “shiny products” daripada keselamatan AI. Leike saat itu mengundurkan diri dari OpenAI dan menilai perhatian lebih besar seharusnya diberikan pada safety, monitoring, security, dan alignment. Catatan: unggahan yang beredar sekarang merupakan isu lama dari 2024, bukan kejadian baru September 2026.

Unggahan yang kembali beredar di media sosial menyoroti pernyataan Jan Leike, mantan peneliti keselamatan OpenAI, yang pada Mei 2024 mengundurkan diri dan mengkritik arah pengembangan perusahaan pembuat ChatGPT.

Dalam pernyataannya saat itu, Leike mengatakan budaya dan proses keselamatan di OpenAI dinilai semakin tersisihkan oleh pengembangan “shiny products” atau produk-produk baru yang menarik perhatian. Kritik tersebut disampaikan setelah ia mengundurkan diri dari perusahaan.

Mantan kepala keselamatan OpenAI, Jan Leike, mengundurkan diri karena perusahaan lebih memprioritaskan produk komersial daripada keamanan AGI. Ia menilai budaya keselamatan terabaikan di tengah peluncuran model baru seperti GPT-4o.

Leike bukan peneliti biasa. Ia sebelumnya menjadi salah satu pemimpin Superalignment, tim yang dibentuk OpenAI untuk meneliti bagaimana mengendalikan dan menyelaraskan sistem AI yang jauh lebih cerdas daripada manusia. Tim tersebut dipimpin bersama oleh Leike dan salah satu pendiri OpenAI, Ilya Sutskever.

Dalam penjelasannya, Leike mengaku telah lama berbeda pandangan dengan pimpinan OpenAI mengenai prioritas perusahaan. Ia menilai lebih banyak sumber daya seharusnya diarahkan pada keamanan, pemantauan, kesiapsiagaan, alignment, keamanan siber, serta dampak sosial dari model AI generasi berikutnya.

Leike juga memperingatkan bahwa membangun mesin yang lebih cerdas daripada manusia merupakan pekerjaan dengan risiko besar. Menurutnya, OpenAI memiliki tanggung jawab yang sangat besar untuk memastikan teknologi tersebut dikembangkan secara aman.

Pengunduran dirinya terjadi hampir bersamaan dengan keluarnya Ilya Sutskever dari OpenAI. Pada periode yang sama, OpenAI juga membubarkan tim Superalignment sebagai tim terpisah. Perusahaan mengatakan pekerjaan terkait keselamatan tersebut akan diintegrasikan lebih luas ke dalam tim riset lainnya.

Evan Hubinger, Kepala Bidang Ilmu Penyelarasan di Anthropic, menulis di X bahwa dia dan rekan-rekannya "sangat yakin AI dapat membunuh semua manusia," dan dia memperkirakan angka tersebut lebih dari 10% dalam dekade berikutnya.

CEO OpenAI Sam Altman kemudian mengakui bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan terkait keselamatan AI dan menyatakan perusahaan berkomitmen untuk meningkatkannya. OpenAI juga menyatakan bahwa keselamatan tetap menjadi bagian penting dalam pengembangan model-modelnya.

OpenAI dan Anthropic mendukung seruan agar pemerintah mengatur laju pengembangan AI. Langkah ini mendesak regulasi ketat agar teknologi canggih tidak berkembang lebih cepat dari kemampuan manusia mengendalikannya.

Hal penting yang perlu diperhatikan, tangkapan layar yang beredar sekarang bukan berita baru. Artikel The Guardian yang ditampilkan dalam gambar diterbitkan pada 18 Mei 2024, sehingga peristiwa pengunduran diri dan kritik Leike tersebut sudah berlangsung lebih dari dua tahun. Tulisan yang kembali muncul di media sosial sebaiknya tidak diperlakukan sebagai perkembangan terbaru OpenAI.

Dengan demikian, pernyataan Leike merupakan kritik dari mantan peneliti OpenAI pada 2024, bukan pernyataan baru pada September 2026. Perdebatan mengenai keseimbangan antara kemampuan AI dan keselamatan memang masih menjadi isu penting, tetapi konteks unggahan tersebut adalah peristiwa lama.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.