
Korea Selatan memang menetapkan status bencana nasional pada Maret 2025 akibat kebakaran hutan masif di wilayah selatan seperti Gyeongsang Utara dan Selatan. Kebakaran ini menewaskan sedikitnya 30 orang, termasuk petugas pemadam, dan memaksa 37.000 warga mengungsi dari Andong, Uiseong, Sancheong, serta Ulsan. Pemicu utama angin kencang dan kondisi kering hanguskan 43.000 hektare lahan, ancam situs UNESCO.
Skala Dampak
Api menyebar cepat ke taman nasional Jirisan dan Juwangsan, hancurkan kuil Buddha berusia 1.300 tahun. Penjabat Presiden Han Duck-soo aktifkan semua sumber daya darurat, libatkan 1.600 personel dan 35 helikopter. Korban awal empat orang di Sancheong cepat bertambah karena topografi pegunungan.
Respons Pemerintah
Status bencana nasional izinkan alokasi dana khusus dan evakuasi massal dari 15 desa. Pemadaman selesai akhir Maret setelah seminggu perjuangan, catat rekor terburuk sejarah Korsel. Insiden ini soroti risiko iklim ekstrem di Asia Timur.