Sebuah kisah unik dari Kunming, Provinsi Yunnan, China, kembali menjadi perhatian setelah unggahannya beredar di media sosial. Seorang pemilik restoran pernah membayar sebagian uang kompensasi kepada pasangan yang memenangkan perkara dengan menggunakan sekitar 100 ribu keping koin pecahan kecil.
Peristiwa tersebut sebenarnya terjadi pada Agustus 2013. Kasus bermula pada September 2012 ketika pasangan bermarga Wu terlibat perselisihan di sebuah restoran mi. Perselisihan disebut bermula setelah mereka mempersoalkan kondisi mangkuk yang digunakan. Konflik kemudian berujung pada perkelahian yang menyebabkan keduanya mengalami luka.

Perkara itu kemudian dibawa ke pengadilan. Pada Juni 2013, pemilik restoran diperintahkan membayar kompensasi sebesar 68.000 yuan kepada pasangan tersebut. Sebagian pembayaran, sekitar 38.000 yuan, telah diberikan sebelumnya melalui pengacara.
Beberapa waktu kemudian, pasangan Wu diminta mengambil pembayaran berikutnya. Namun, alih-alih menerima uang dalam bentuk pecahan kertas, mereka mendapati sekitar delapan karung berisi koin pecahan satu jiao. Nilai koin yang diserahkan pada saat itu sekitar 10.000 yuan atau setara dengan 100 ribu keping koin.
Koin-koin tersebut kemudian dibawa ke salah satu cabang Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) di Kunming untuk dihitung dan ditukarkan. Sebanyak 18 pegawai bank dilaporkan harus menghitung koin secara manual karena tidak tersedia mesin penghitung koin untuk transaksi tersebut. Mereka bekerja dari sekitar pukul 09.00 hingga 18.00 dan baru berhasil menghitung koin senilai lebih dari 5.000 yuan pada hari itu.
Laporan lain yang mengutip CCTV menyebut bank bahkan mengerahkan sekitar 30 orang, termasuk petugas keamanan, untuk membantu proses penghitungan. Dari jumlah yang dihitung, tercatat 98.737 keping koin satu jiao dengan nilai 9.873,7 yuan.
Foto para pegawai bank yang sibuk memilah dan menghitung tumpukan koin tersebut kemudian menjadi bagian dari dokumentasi peristiwa yang diberitakan media internasional pada Agustus 2013.
Kisah ini kembali beredar di media sosial bertahun-tahun setelah kejadian aslinya. Unggahan yang beredar pada September 2026 menampilkan foto lama tersebut, sehingga konteks waktunya penting: peristiwa pembayaran kompensasi dengan puluhan ribu hingga sekitar 100 ribu koin itu bukan kejadian baru, melainkan kasus yang terjadi di Kunming pada 2013.