Minggu, 25 Oktober 2026
Masuk
Berita

Kepala BGN Sudaryono Tercatat Belanja Hampir Rp200 Juta untuk Iklan Meta

Nama Kepala BGN Sudaryono tercatat dalam data transparansi Meta dengan belanja iklan Rp199.014.038 selama 15 Juni–12 September 2026. Sejumlah iklan berkaitan dengan MBG dan menyasar berbagai wilayah. Namun, data tersebut belum menjelaskan sumber dana pengeluaran maupun apakah seluruhnya merupakan belanja pribadi atau sumber lainnya.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menjadi sorotan setelah data transparansi iklan Meta menunjukkan adanya belanja iklan yang dikaitkan dengan namanya hingga hampir Rp200 juta.

Berdasarkan data Meta Ads Library yang beredar, total pengeluaran tercatat mencapai Rp199.014.038 dalam periode 15 Juni hingga 12 September 2026. Angka tersebut merupakan akumulasi belanja iklan selama sekitar tiga bulan, bukan satu kali transaksi.

Belanja tersebut tersebar di sejumlah wilayah. Jawa Barat tercatat menjadi wilayah dengan alokasi terbesar, sekitar Rp35,13 juta, disusul Jawa Tengah Rp29,19 juta dan Jawa Timur Rp26,40 juta. Sumatera Utara tercatat sekitar Rp15,46 juta.

Sejumlah wilayah lain yang tercatat dalam data tersebut antara lain Lampung sekitar Rp6,9 juta, Riau Rp6,8 juta, dan Jakarta sekitar Rp6,76 juta.

Materi iklan yang diberitakan antara lain berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), seperti konten mengenai menu MBG, transparansi label makanan, serta sejumlah pesan mengenai kebijakan pemerintah. Namun, data belanja iklan tersebut sendiri tidak otomatis menjelaskan sumber dana yang digunakan maupun tujuan keseluruhan kampanye.

Hal tersebut kemudian memunculkan pertanyaan publik mengenai sumber pembiayaan iklan, terutama karena Sudaryono merupakan pejabat publik yang memimpin BGN, lembaga yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan MBG.

Sejauh informasi yang tersedia dalam pemberitaan, belum terdapat penjelasan resmi yang memastikan apakah pengeluaran tersebut berasal dari dana pribadi Sudaryono, anggaran lembaga, organisasi, atau sumber lainnya. Karena itu, asal dana tersebut masih memerlukan klarifikasi.

Data Meta Ads Library juga perlu dibaca sesuai konteks. Sistem transparansi Meta menampilkan pengeluaran untuk kategori iklan tertentu, terutama iklan yang berkaitan dengan isu sosial, pemilu, atau politik. Dengan demikian, angka tersebut tidak serta-merta berarti seluruh aktivitas promosi akun Sudaryono selama periode tersebut menghabiskan Rp199 juta.

Sorotan ini muncul ketika Sudaryono sedang aktif menjelaskan pelaksanaan dan anggaran MBG. Pada 17 September 2026, ia mengatakan seluruh anggaran BGN, baik besar maupun kecil, merupakan uang negara dan harus dipertanggungjawabkan dengan baik.

Sebelumnya, Sudaryono juga pernah menyatakan bahwa dirinya dan keluarganya tidak memiliki SPPG atau dapur MBG. Pernyataan tersebut disampaikannya pada Juli 2026 ketika menjelaskan soal potensi konflik kepentingan dalam program tersebut.

Dengan demikian, angka Rp199 juta saat ini merupakan catatan belanja iklan yang dikaitkan dengan nama Sudaryono dalam data transparansi Meta. Belum ada dasar untuk menyimpulkan bahwa pengeluaran tersebut menggunakan uang negara atau terdapat pelanggaran. Klarifikasi mengenai sumber dana dan tujuan iklan menjadi hal yang relevan untuk menjelaskan data tersebut kepada publik.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.