Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Kejam! Usai Tewas Ditembak, HP ASN Jayawijaya Wili Mbuik Malah Dipakai Pelaku untuk Ejek Keluarga

Usai Wili Mbuik tewas dalam penembakan di Jayawijaya, HP miliknya disebut sempat digunakan untuk video call dengan keluarga. Keluarga mengaku terpukul karena mendengar olok-olok dalam panggilan tersebut. Namun, klaim ini belum dikonfirmasi aparat secara independen. Wili merupakan salah satu dari tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya yang tewas saat menjalankan tugas di Distrik Muliama. Jenazahnya telah dipulangkan ke NTT.

Duka keluarga Wili Mbuik, salah satu dari tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang tewas ditembak di Distrik Muliama, Papua Pegunungan, kembali bertambah setelah muncul informasi mengenai telepon genggam milik korban.

Dalam unggahan WartaKertas.id yang beredar di media sosial, telepon genggam milik Wili disebut sempat digunakan oleh pihak yang diduga kelompok bersenjata untuk melakukan panggilan video kepada keluarga korban. Dalam panggilan tersebut, keluarga mengaku terpukul karena disebut mendengar olok-olok saat berkomunikasi.

Namun, hingga saat ini, informasi mengenai penggunaan telepon genggam tersebut belum ditemukan konfirmasi dari aparat penegak hukum atau sumber resmi independen. Karena itu, klaim tersebut perlu diperlakukan sebagai keterangan keluarga yang diberitakan media, bukan fakta yang telah dipastikan secara resmi.

Wili Mbuik merupakan salah satu dari tiga korban penembakan terhadap rombongan Dinas Pertanian Jayawijaya di Distrik Muliama pada Rabu (9/9/2026). Dua korban lainnya adalah Aprida Rapi (49) dan Alfonsius Albinus Meha (35). Ketiganya sebelumnya disebut sedang menjalankan tugas kedinasan terkait bantuan pangan dan program pertanian untuk masyarakat.

Menurut keterangan Kodim 1702/Jayawijaya, rombongan tersebut dihadang oleh kelompok bersenjata. Para anggota rombongan kemudian dipisahkan antara warga asli Papua dan non-OAP, sebelum tiga korban menjadi sasaran penembakan. Identitas kelompok yang bertanggung jawab masih didalami aparat.

Wili yang berusia sekitar 25–26 tahun merupakan pegawai muda di Dinas Pertanian Jayawijaya. Ia disebut merupakan putra asal Nusa Tenggara Timur dan pernah menempuh pendidikan di Universitas Nusa Cendana.

Jenazah Wili kemudian diberangkatkan dari Wamena menuju Jayapura pada Kamis (10/9) sebelum melanjutkan perjalanan ke Kupang, Nusa Tenggara Timur, untuk dimakamkan di kampung halamannya.

Kabar mengenai telepon genggam korban yang disebut digunakan untuk menghubungi keluarga pun menambah kesedihan setelah keluarga harus menerima kenyataan bahwa Wili telah meninggal ketika menjalankan tugas.

Kasus penembakan tersebut masih dalam penyelidikan. Aparat sebelumnya menyebut dugaan awal mengarah kepada kelompok bersenjata dari wilayah Ndugama, tetapi pihak yang secara spesifik bertanggung jawab masih didalami.

Dengan demikian, informasi mengenai HP Wili yang digunakan untuk video call dan mengejek keluarga sebaiknya tidak disimpulkan sebagai fakta final sebelum ada konfirmasi dari aparat atau bukti yang dapat diverifikasi.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.