Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Kasus Campak Melonjak di Indonesia, IDAI Salahkan Gerakan Antivaksin

Kasus campak memang melonjak signifikan di Indonesia sepanjang awal tahun 2026, dengan peningkatan kasus dugaan hingga tiga kali lipat dibandingkan Januari tahun-tahun sebelumnya.Kementerian Kesehatan mencatat 7.060 kasus suspek campak pada Januari 2026, naik dari…

Kasus campak memang melonjak signifikan di Indonesia sepanjang awal tahun 2026, dengan peningkatan kasus dugaan hingga tiga kali lipat dibandingkan Januari tahun-tahun sebelumnya.

Kementerian Kesehatan mencatat 7.060 kasus suspek campak pada Januari 2026, naik dari sekitar 2.000 kasus di Januari 2024 dan 5.000 kasus di Januari 2025. Hingga minggu ke-7 tahun ini, total suspek mencapai 8.224 kasus, dengan 572 kasus terkonfirmasi laboratorium dan 4 kematian (Case Fatality Rate 0,05%). Sepanjang tahun 2025 sendiri tercatat 116 Kejadian Luar Biasa (KLB) di 16 provinsi dengan 63.769 suspek dan 69 kematian (CFR 0,1%).

Provinsi terparah meliputi Jawa Timur, Banten, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Kekhawatiran meningkat setelah Australia melaporkan dua kasus campak impor dari Indonesia melalui International Health Regulation, termasuk seorang perempuan berusia 18 tahun dari Jakarta yang gejalanya saat tiba di Perth meski sudah divaksin MMR lengkap.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyalahkan gerakan antivaksin sebagai faktor pemicu utama, karena menurunkan cakupan imunisasi rutin dari 92% pada tahun 2018 menjadi 87,8% pada tahun 2023, sehingga membuka celah wabah. Kemenkes setuju, sebut penolakan dipenuhinya vaksin MMR (campak dan rubella) akibat hoaks dan keraguan orang tua jadi pendorong tren peningkatan kasus tahunan, ditambah mobilitas tinggi pasca-pandemi.

Penularan campak sangat cepat melalui udara, dengan gejala awal demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, dan ruam merah setelah 3-4 hari—dapat menimbulkan komplikasi pneumonia, diare berat, atau ensefalitis fatal pada anak yang kurang imunisasi.

Kemenkes perkuat surveilans nasional, penyelidikan epidemiologi dalam 24 jam per kasus, dan kampanye imunisasi lanjutan di daerah KLB. Imbauan segera periksa ke fasilitas kesehatan jika gejala muncul, serta pastikan anak dapat dua dosis MMR gratis melalui posyandu/Puskesmas untuk mencapai kekebalan kelompok 95%.

Tag:
Seka one

Penulis

Seka one

Penulis di Pewarta Nusantara.