Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Karhutla Hebat di Batola, Kalimantan Selatan, Warga Sebut Suasana Seperti di Tengah Neraka

Kobaran api dilaporkan terjadi di Handil Tura, Anjir KM 18, Barito Kuala. Api terlihat membakar area di sisi kiri dan kanan jalan, sementara asap tebal menyelimuti kawasan. Penyebab dan luas lahan yang terbakar masih menunggu informasi lebih lanjut.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kalimantan Selatan. Kali ini, kobaran api dilaporkan melanda kawasan Handil Tura, Anjir KM 18, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Selasa malam (15/9/2026).

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan api membara di sejumlah titik di sisi kiri dan kanan jalan. Kobaran api tampak cukup besar dengan asap tebal yang menyelimuti kawasan sekitar.

Kondisi tersebut membuat suasana malam di sekitar lokasi terlihat kemerahan. Api terlihat membakar semak dan pepohonan di sepanjang area yang terdampak.

Laporan dari lokasi menyebutkan sejumlah pengendara masih melintasi ruas jalan tersebut ketika kebakaran berlangsung. Dalam salah satu rekaman, pengendara bahkan terlihat batuk setelah melewati kepulan asap yang cukup tebal.

Angin dan kondisi vegetasi yang kering disebut dapat membuat api lebih cepat merambat. Namun, penyebab pasti kebakaran di Handil Tura belum dapat dipastikan dari laporan yang tersedia.

Karhutla memang masih menjadi persoalan serius di Kalimantan Selatan. Data BKSDA Kalsel yang mengutip BPBD mencatat 3.220 kejadian karhutla di Kalsel sepanjang 1–14 September 2026, dengan perkiraan luas terdampak mencapai 21.414,43 hektare.

Di Kabupaten Barito Kuala sendiri, pemerintah daerah juga terus melakukan penanganan di sejumlah titik. Pada 15 September, Kecamatan Tabukan melaporkan karhutla di kawasan Handil Sepakat dan mengerahkan Satgas Karhutla bersama unsur terkait untuk melakukan penanganan.

Pemerintah juga tengah memperkuat penegakan hukum terkait karhutla. Kementerian Kehutanan pada 15 September menyebut telah menangani 31 perkara karhutla di 10 provinsi, dengan 22 kasus masih dalam tahap penyelidikan, tujuh penyidikan, dan dua telah diserahkan kepada jaksa.

Masyarakat yang melintas di kawasan terdampak diimbau berhati-hati karena asap dapat mengurangi jarak pandang dan mengganggu pernapasan. Warga juga diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran lahan, terutama dalam kondisi kering dan berangin.

Hingga laporan ini dibuat, belum ada informasi terverifikasi mengenai luas lahan yang terbakar di Handil Tura maupun ada tidaknya korban akibat kejadian tersebut. Penanganan dan perkembangan kondisi di lokasi masih berlangsung.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.