Sebuah video yang memperlihatkan seorang kakek pedagang keripik duduk di pinggir jalan dengan dagangan berserakan menjadi perhatian warganet. Rekaman tersebut memunculkan dugaan adanya perlakuan tidak pantas dari oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Jawa Barat.

Dalam video yang beredar, kakek tersebut terlihat berada di dekat sejumlah kemasan makanan yang jatuh dan berserakan di jalan. Beberapa petugas berseragam Satpol PP tampak berada di sekitarnya. Kondisi tersebut memicu simpati masyarakat, terutama karena pedagang lanjut usia itu mencari nafkah melalui penjualan keripik.

Narasi yang menyertai video menyebut kakek tersebut biasa berjualan keripik menggunakan sepeda dan terkadang beristirahat di pinggir jalan. Ia disebut mengalami kejadian tersebut ketika sedang berada di lokasi berjualan.
Peristiwa itu kemudian memunculkan beragam reaksi di media sosial. Sejumlah warganet menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi pedagang kecil yang menggantungkan penghasilan sehari-hari dari dagangannya. Ada pula yang menyoroti pentingnya pendekatan humanis dalam setiap kegiatan penertiban oleh aparat.
Satpol PP memiliki tugas menegakkan peraturan daerah dan menjaga ketertiban umum. Namun, pelaksanaan tugas tersebut juga perlu memperhatikan prosedur yang berlaku serta mempertimbangkan kondisi masyarakat yang terdampak, termasuk pedagang lanjut usia.
Dalam penertiban pedagang kaki lima, komunikasi dan pemberian penjelasan mengenai aturan menjadi bagian penting untuk menghindari konflik. Apabila terdapat pelanggaran, penanganan semestinya dilakukan sesuai ketentuan dan tidak mengabaikan hak maupun keselamatan warga.
Hingga informasi ini disusun, kronologi lengkap kejadian dalam video, lokasi spesifik, identitas pedagang, serta keterangan resmi dari instansi terkait belum dapat dipastikan melalui pemberitaan independen yang ditemukan. Karena itu, dugaan tindakan oleh oknum petugas masih perlu ditempatkan sebagai informasi yang beredar, bukan kesimpulan mengenai pihak yang terlibat.