Dua kakak-adik yang berprofesi sebagai penjual sosis keliling menjadi korban pengeroyokan saat melintas di tengah keramaian Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Keduanya diketahui bernama Gita Firmansyah (30) dan adiknya, Iqbal Raihan. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis malam, 10 September 2026, dan berlanjut hingga Jumat dini hari. Keduanya kemudian melaporkan kejadian itu kepada polisi.
Gita mengatakan, saat itu dirinya dan sang adik hendak pulang setelah berjualan. Kondisi jalan sangat padat oleh warga yang menghadiri karnaval. Karena khawatir menabrak orang, Gita membunyikan klakson untuk meminta jalan.
Namun, situasi justru memanas. Gita mengaku mendapat respons dari sejumlah orang hingga terjadi keributan. Ketika dirinya dipukul, Iqbal berusaha membela kakaknya dan ikut menjadi sasaran pengeroyokan.
Keduanya mengalami luka, terutama pada bagian punggung dan tangan. Kendaraan yang digunakan untuk berjualan juga sempat diacak-acak, meski dilaporkan tidak mengalami kerusakan parah. Sejumlah warga disebut berusaha melerai dan membantu kedua korban.
Gita mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlah orang yang terlibat. Ia juga mengatakan tidak ingin menyalahkan warga sekitar dan menduga kondisi sejumlah orang yang terlibat saat itu dipengaruhi suasana yang panas serta kemungkinan mabuk. Pernyataan tersebut merupakan keterangan korban, bukan kesimpulan polisi.
Sementara itu, polisi masih menyelidiki duduk perkara kejadian tersebut. Kapolsek Buaran AKP Sunarto sebelumnya menyatakan pihaknya memanggil sejumlah saksi untuk mengetahui penyebab pasti keributan.
Pihak kepolisian juga menyebut orang-orang yang terlibat dalam keributan tersebut bukan peserta maupun panitia karnaval, berdasarkan informasi awal dari panitia. Polisi masih mendalami identitas dan peran masing-masing pihak.
Simbang Kulon Night Carnival sendiri merupakan agenda tahunan yang digelar di Desa Simbang Kulon. Pada 2026, acara tersebut diikuti 25 tim kreasi dengan berbagai pertunjukan, termasuk ogoh-ogoh, tari, marching band, sound horeg, dan sepeda hias.
Kasus pengeroyokan kini masuk dalam penanganan kepolisian. Fakta mengenai siapa saja pelaku dan motif lengkap kejadian masih menunggu hasil penyelidikan.