
Juda Agung menjelaskan bahwa peran barunya di Kementerian Keuangan sebagai Wakil Menteri Keuangan akan berfokus pada penguatan koordinasi kebijakan fiskal–moneter, sektor keuangan, dan hubungan internasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas makro.
Juda Agung menyebut kepindahannya dari BI ke Kemenkeu dimaksudkan agar koordinasi fiskal–moneter lebih sinergis, sesuai arahan Presiden Prabowo, dengan tujuan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan stabilitas.
Ia menegaskan sudah familiar dengan lingkungan Kemenkeu karena selama di BI sering berkoordinasi di bidang sektor riil, fiskal, dan moneter, sehingga merasa “kembali ke rumah yang baru”.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa karena menggantikan Thomas Djiwandono, Juda akan melanjutkan tugas terkait sektor keuangan dan urusan internasional yang selama ini dipegang Thomas.
Ini mencakup penguatan peran Indonesia di forum keuangan internasional dan pengawasan sektor keuangan agar selaras dengan kebijakan fiskal dan moneter pemerintah.
Juda membeberkan bahwa arahan Presiden Prabowo menitikberatkan pada sinergi fiskal–moneter untuk mendorong pertumbuhan sekaligus menjaga stabilitas makroekonomi.
Dengan latar belakang panjang di BI dan pengalaman di lembaga internasional, ia diminta menggunakan keahliannya untuk memperkuat desain kebijakan makro dan koordinasi dengan bank sentral.
Sebelum menjadi Wamenkeu, Juda adalah Deputi Gubernur BI dan sebelumnya pernah menjabat di berbagai posisi strategis seperti Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter serta peran di IMF.
Ia baru saja bertukar posisi dengan Thomas Djiwandono yang kini menjadi Deputi Gubernur BI, sehingga diharapkan jembatan komunikasi antara BI dan Kemenkeu makin kuat.