Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Jepang Pindahkan Pohon Besar untuk Pembangunan Jalan, Pilih Relokasi daripada Menebang

Jepang memiliki contoh pemindahan pohon besar untuk mendukung pembangunan jalan tanpa langsung menebangnya. Proses relokasi membutuhkan perencanaan ahli, perlindungan akar, alat khusus, serta perawatan lanjutan agar pohon berpeluang bertahan hidup di lokasi baru.

Jepang memiliki pendekatan menarik dalam pembangunan infrastruktur, terutama ketika proyek jalan berhadapan dengan keberadaan pohon-pohon besar yang masih sehat. Alih-alih langsung menebang pohon demi membuka jalur pembangunan, pohon tertentu justru dipindahkan ke lokasi lain agar tetap hidup. Cara ini menjadi contoh bagaimana pembangunan dapat direncanakan dengan mempertimbangkan kelestarian lingkungan dan keberadaan ruang hijau.

Praktik pemindahan pohon besar tersebut kembali menarik perhatian setelah foto-fotonya beredar di media sosial. Dalam gambar yang dibagikan akun Folkfiles, terlihat sejumlah pekerja mengenakan perlengkapan keselamatan saat menangani sebuah pohon berbatang besar. Batang pohon diikat menggunakan tali, sementara bagian akar dan tanah di sekelilingnya dipersiapkan untuk proses pengangkatan. Peralatan penyangga digunakan agar pohon tetap stabil selama dipindahkan.

Proses tersebut tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Sebelum pemindahan dimulai, tenaga ahli perlu memeriksa kondisi pohon, termasuk kesehatan batang, kekuatan cabang, struktur akar, serta kemungkinan pohon bertahan setelah ditanam kembali. Lokasi tujuan juga harus dipersiapkan agar memiliki ruang yang cukup, kondisi tanah yang sesuai, dan kebutuhan air yang mendukung pertumbuhan pohon.

Tahap berikutnya adalah menggali tanah di sekitar akar secara hati-hati. Sebagian besar akar yang memungkinkan untuk dipertahankan perlu dijaga agar tidak mengalami kerusakan berlebihan. Akar kemudian dibungkus bersama tanah yang melekat untuk membentuk gumpalan akar atau root ball. Bagian ini berfungsi melindungi akar dan mempertahankan lingkungan tanah yang membantu pohon beradaptasi setelah dipindahkan.

Untuk pohon yang berukuran besar dan berbobot berat, proses pengangkatan membutuhkan alat khusus serta perhitungan teknis yang cermat. Tali, penyangga, alat pengangkat, dan pengamanan di sekitar area kerja digunakan untuk mengurangi risiko kerusakan pada pohon maupun kecelakaan bagi pekerja. Setelah berhasil diangkat, pohon dibawa menuju lokasi baru dan ditanam kembali dengan posisi serta kedalaman yang disesuaikan dengan kebutuhan pertumbuhannya.

Pemindahan pohon juga tidak berhenti ketika pohon sudah berada di tempat baru. Perawatan lanjutan menjadi bagian penting untuk meningkatkan peluang hidupnya. Pohon biasanya membutuhkan penyiraman yang teratur, pemantauan kondisi daun dan batang, serta dukungan penyangga apabila diperlukan. Pasalnya, sebagian akar dapat mengalami gangguan selama proses pemindahan sehingga kemampuan pohon menyerap air dan nutrisi mungkin berkurang untuk sementara waktu.

Pendekatan ini memiliki arti penting bagi kawasan perkotaan yang terus berkembang. Pohon besar bukan hanya berfungsi sebagai penghias jalan, tetapi juga menyediakan keteduhan, membantu menyerap karbon, mendukung keanekaragaman hayati, serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Mempertahankan pohon yang sudah tumbuh selama puluhan tahun dapat menjadi pilihan bernilai karena menanam pohon baru membutuhkan waktu panjang untuk menghasilkan manfaat lingkungan yang serupa.

Contoh pemindahan pohon besar juga pernah dilakukan di Distrik Minato, Tokyo. Dalam proyek pelebaran jalan, sebuah pohon kamper berukuran besar dipindahkan sebagai bagian dari upaya mempertahankan pohon yang telah lama tumbuh di kawasan tersebut. Praktik semacam ini menunjukkan bahwa relokasi pohon bukan sekadar gagasan, melainkan dapat menjadi pilihan teknis dalam proyek pembangunan tertentu.

Meski demikian, bukan berarti setiap pohon selalu bisa dipindahkan. Pohon yang sudah rapuh, memiliki penyakit berat, mengalami kerusakan akar, atau berada dalam kondisi yang tidak memungkinkan mungkin tidak akan bertahan setelah relokasi. Ukuran pohon, jenisnya, jarak pemindahan, biaya, ketersediaan peralatan, dan kondisi lokasi tujuan juga menjadi faktor yang harus dipertimbangkan sebelum keputusan dibuat.

Karena itu, pemindahan pohon sebaiknya dilakukan berdasarkan kajian ahli, bukan hanya untuk menciptakan kesan ramah lingkungan. Perencanaan tata jalan yang menghindari pohon bernilai tinggi sejak awal juga dapat menjadi solusi yang lebih baik apabila kondisi memungkinkan. Dengan mempertimbangkan pilihan tersebut, pembangunan infrastruktur dapat tetap berjalan tanpa harus mengorbankan seluruh pohon yang berada di jalur proyek.

Praktik ini memberikan pelajaran bahwa kemajuan sebuah kota tidak selalu harus dibayar dengan hilangnya ruang hijau. Ketika perencanaan, teknologi, dan kepedulian terhadap lingkungan diterapkan secara seimbang, pohon-pohon yang telah tumbuh lama masih berpeluang dipertahankan, bahkan ketika kawasan di sekitarnya mengalami perubahan besar.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.