Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Jepang Gelar Lomba Bengong 90 Menit, Peserta Dilarang Tidur dan Main HP

Jepang akan menggelar TOKYO Bottosuru Taikai pada 3 November 2026. Peserta harus melamun selama 90 menit tanpa tidur, bermain HP, berbicara, atau tertawa. Pemenang ditentukan melalui penilaian penonton dan perubahan detak jantung.

Sebuah kompetisi unik yang mengharuskan peserta duduk diam tanpa melakukan aktivitas apa pun menjadi sorotan di media sosial. Lomba yang dikenal dengan nama Bottosuru Taikai atau kompetisi melamun ini disebut akan digelar di Jepang, dengan konsep yang menguji kemampuan peserta untuk tetap tenang dan tidak terdistraksi.

Berdasarkan unggahan akun Instagram 6am.japan, peserta diminta duduk tenang selama 90 menit. Dalam beberapa lokasi, durasi kompetisi disebut dapat berbeda, yakni sekitar 60 menit. Selama perlombaan berlangsung, peserta tidak diperbolehkan melihat ponsel, tidur, berbicara, mengobrol, ataupun melihat jam.

Meski terlihat sederhana, tantangan tersebut bukan sekadar duduk tanpa bergerak. Peserta harus tetap terjaga dan mempertahankan ketenangan selama waktu yang ditentukan. Mereka yang dinilai tidak mematuhi aturan berisiko didiskualifikasi.

Ajang ini ternyata bukan sekadar tren media sosial. Kompetisi serupa memang berasal dari Korea Selatan dan telah diselenggarakan di Jepang sejak 2023. Pada 2026, edisi keempat TOKYO Bottosuru Taikai dijadwalkan berlangsung pada 3 November di Ark Karajan Plaza, Tokyo.

Penilaian kompetisi ini juga tidak hanya berdasarkan penampilan peserta. Panitia menggabungkan penilaian penonton terhadap siapa yang terlihat paling mampu melamun dengan pengukuran perubahan detak jantung setiap 15 menit. Peserta yang menggunakan ponsel, tidur, berbicara, atau tertawa dapat didiskualifikasi.

Alih-alih menguji kemampuan melakukan sesuatu, kompetisi ini justru mengajak peserta menikmati waktu tanpa aktivitas. Konsep tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah rutinitas yang serba cepat dan paparan informasi yang terus-menerus, meluangkan waktu untuk berhenti sejenak juga memiliki nilai tersendiri.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.