Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Jejak Terakhir Kapal Jurnalis: Foto Anak Krakatau Dikirim Pemandu Sebelum Hilang Kontak

Pemandu kapal yang membawa 5 jurnalis untuk meliput Gunung Anak Krakatau sempat mengirim foto kondisi gunung ke grup WhatsApp pada 7 September sekitar pukul 18.13 WIB. Foto itu diduga diambil sekitar pukul 16.00-17.00 WIB, sebelum rombongan akhirnya hilang kontak. Total 8 orang masih dalam pencarian. Tim SAR terus memperluas penyisiran di perairan Selat Sunda. Semoga semuanya ditemukan selamat.

Pemandu kapal yang membawa lima jurnalis untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau sempat mengirimkan foto kondisi gunung tersebut sebelum rombongan hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Pemandu bernama Heriyanto diketahui mengirim foto Gunung Anak Krakatau ke grup WhatsApp pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 18.13 WIB. Foto tersebut memperlihatkan Anak Krakatau dalam kondisi mengeluarkan asap.

Rekan sesama pemandu, Yandi, mengatakan foto itu kemungkinan diambil sekitar pukul 16.00-17.00 WIB. Menurutnya, foto baru terkirim ketika ponsel Heriyanto kembali mendapatkan sinyal.

Yandi sempat membalas foto tersebut dan mengirim pesan langsung kepada Heriyanto. Namun, pesan tersebut hanya menunjukkan satu tanda centang sehingga tidak diketahui apakah berhasil diterima.

Sebelumnya, speedboat yang membawa rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Salah seorang anggota rombongan juga sempat mengirimkan share location kepada rekannya di Lampung sekitar pukul 14.42 WIB. Komunikasi kemudian dilaporkan terputus sekitar pukul 15.04 WIB.

Ada delapan orang di dalam speedboat tersebut, terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal. Kelima jurnalis itu adalah M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas. Tiga kru lainnya adalah Warta selaku kapten, Surakman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu.

Foto yang dikirim Heriyanto juga menjadi salah satu petunjuk bagi keluarga dan tim pencarian. Rekan pemandu menduga foto tersebut diambil di sekitar kawasan Pulau Sertung. Namun, dugaan mengenai lokasi tersebut belum dapat dipastikan sebagai posisi terakhir kapal.

Tim SAR hingga Kamis (10/9) masih melakukan pencarian terhadap delapan orang tersebut. Area pencarian diperluas ke sisi utara sekitar Gunung Anak Krakatau berdasarkan perhitungan arus, pergeseran ombak, dan arah angin.

Kondisi pencarian juga tidak mudah. Gelombang di sekitar lokasi dilaporkan mencapai 1-2 meter dan angin semakin kencang menjelang siang hingga sore. Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih tinggi turut menjadi faktor keselamatan yang harus diperhitungkan oleh tim SAR.

Basarnas dan unsur gabungan terus mengerahkan kapal serta personel untuk menemukan rombongan. TNI AL juga mengerahkan sejumlah kapal perang untuk memperkuat pencarian di perairan Selat Sunda.

Hingga Kamis, belum ada informasi resmi mengenai keberadaan delapan orang tersebut. Tim SAR masih memprioritaskan pencarian dan berharap seluruh rombongan dapat ditemukan dalam kondisi selamat.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.