
Iran menghadapi krisis ekonomi parah dengan Rial anjlok ekstrem hingga nilai tukarnya mendekati nol terhadap rupiah, ditambah pemutusan total internet nasional untuk kendalikan protes massal. Sanksi PBB snapback, ekspor minyak ke China turun 50%, dan jaringan perbankan bayangan terbongkar jadi pemicu utama hiperinflasi pangan 75% dan krisis obat-obatan.
Penyebab Anjlok
Sanksi global isolasi Iran sejak September 2025 putus akses devisa, kurs IRR capai 59.663 per Rp1 per 14 Januari 2026 (turun 32%), picu bazaaris mogok dan demo sejak Desember. Pemerintah hapus subsidi impor esensial, naikkan pajak 62% di APBN 2026, tapi PDB kontraksi dan pengangguran melonjak.
Dampak Sosial
Internet blackout sejak 8 Januari buntikan koordinasi demonstran, tapi video bocor tunjukkan pembakaran masjid dan chaos; protes 2025-2026 tewaskan ratusan, ancam stabilitas energi global.