Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Internet Satelit Jadi Medan Baru Perang Elektronik

Layanan Starlink di Iran menghadapi gangguan signifikan akibat teknologi pengacau sinyal yang dipasok Rusia dan digunakan oleh pemerintah Iran di tengah protes yang sedang berlangsung. Prancis sedang mempertimbangkan untuk mengirimkan terminal satelit Eutelsat sebagai…

Layanan Starlink di Iran menghadapi gangguan signifikan akibat teknologi pengacau sinyal yang dipasok Rusia dan digunakan oleh pemerintah Iran di tengah protes yang sedang berlangsung. Prancis sedang mempertimbangkan untuk mengirimkan terminal satelit Eutelsat sebagai alternatif untuk memulihkan akses internet bagi warga sipil. Perkembangan ini menyoroti meningkatnya ketegangan terkait kendali internet satelit di wilayah-wilayah yang dibatasi.

​

Iran dilaporkan menggunakan perangkat pengacau sinyal militer Rusia, seperti sistem yang menargetkan sinyal GPS, untuk memblokir sekitar 30% lalu lintas unggah dan unduh Starlink pada awalnya, dengan beberapa laporan mencatat hingga 80% gangguan. Hal ini terjadi setelah Starlink menyediakan akses gratis selama pemadaman internet yang dimulai pada akhir Desember 2025. Teknologi ini, termasuk potensi penggunaan Krasukha-4 atau Murmansk-BN, memanfaatkan ketergantungan Starlink pada GPS yang presisi untuk koneksi satelit.​

​

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengumumkan pada 16 Januari 2026 bahwa pemerintah sedang menjajaki opsi untuk mengirimkan terminal Eutelsat ke Iran untuk memulihkan komunikasi. Eutelsat, operator yang mayoritas sahamnya dimiliki Prancis dan memiliki satelit GEO dan LEO, melayani klien global termasuk pemerintah dan dapat menyediakan konektivitas yang andal. Langkah ini bertujuan untuk melawan blokade Iran terhadap layanan seperti Starlink.​

Teknologi perang elektronik Rusia, yang diuji di Ukraina, telah terbukti efektif melawan sistem orbit rendah Bumi seperti Starlink, sehingga menarik perhatian internasional. Tindakan Iran bertepatan dengan keresahan yang meluas sejak 28 Desember 2025, yang menyebabkan pemadaman internet total. Para pengamat mencatat biaya operasional yang tinggi untuk pengacauan semacam itu, diperkirakan mencapai jutaan per jam.

Seka one

Penulis

Seka one

Penulis di Pewarta Nusantara.