

Orbital Assembly Corporation (OAC) tengah mematangkan rencana membangun stasiun luar angkasa komersial pertama yang juga berfungsi sebagai hotel. Perusahaan yang berdiri pada 2019 itu mengusung misi membuka era baru industri konstruksi di ruang angkasa.
OAC menargetkan pembangunan Voyager Station dimulai pada 2025 di orbit rendah Bumi, dengan operasional penuh pada 2027. Stasiun berbentuk cincin tersebut dirancang berotasi untuk menghasilkan gravitasi buatan setara gravitasi Bulan, sehingga dinilai lebih aman untuk hunian jangka panjang di luar angkasa.
Jika terwujud, Voyager Station akan menjadi struktur berbentuk lingkaran terbesar yang pernah mengorbit, mampu menampung hingga 400 orang. Fasilitasnya dirancang menyerupai hotel mewah, termasuk restoran, spa, bioskop, gym, perpustakaan, serta lounge dengan panorama Bumi. Selain untuk wisata luar angkasa, stasiun ini juga menyediakan modul penelitian yang dapat digunakan lembaga seperti NASA atau ESA.
Untuk mewujudkan proyek tersebut, OAC mengembangkan robot perakitan mandiri STAR (Structure Trust Assembly Robot), yang akan merakit kerangka stasiun langsung di orbit. Proses ini didukung kemajuan teknologi peluncuran, terutama roket Falcon 9 dan Starship milik SpaceX, yang menekan biaya pengiriman komponen ke luar angkasa.
Proyek Voyager berada di bawah naungan Gateway Foundation yang dipimpin John Blincow. Ia menyebut pembangunan stasiun komersial ini sebagai langkah menuju “revolusi industri baru” di luar angkasa. Meski demikian, hingga 2025 OAC belum mengumumkan detail harga tiket perjalanan bagi calon wisatawan.
OAC sebelumnya sempat merencanakan Pioneer Station sebagai prototipe awal yang akan diluncurkan pada 2025, namun fokus utama perusahaan kini tertuju pada pengembangan Voyager Station.