Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Indef Ingatkan: Subsidi & Informal Rentan Gejolak Global

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat kemiskinan Indonesia turun menjadi 8,25% atau 23,36 juta jiwa per September 2025, anjlok 490 ribu orang dari Maret 2025. Penurunan ini terjadi di perkotaan (6,6%) dan perdesaan (10,72%),…

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat kemiskinan Indonesia turun menjadi 8,25% atau 23,36 juta jiwa per September 2025, anjlok 490 ribu orang dari Maret 2025. Penurunan ini terjadi di perkotaan (6,6%) dan perdesaan (10,72%), didorong stabilitas harga dan program bantuan sosial.

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) ingatkan risiko kemiskin kembali tinggi akibat ketergantungan subsidi dan lapangan kerja informal yang rentan gejolak global. Garis kemiskinan Rp641.443/kapita/bulan per September 2025 masih rapuh terhadap inflasi pangan dan pengangguran terselubung.

Penduduk miskin terbanyak di Jawa (13,66 juta jiwa), sedangkan Kalimantan paling rendah (880 ribu jiwa atau 3,76%). Tren ini sejalan target RAPBN 2026 capai 6,5-7,5%, tapi butuh diversifikasi ekonomi riil.

Seka one

Penulis

Seka one

Penulis di Pewarta Nusantara.