
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat kemiskinan Indonesia turun menjadi 8,25% atau 23,36 juta jiwa per September 2025, anjlok 490 ribu orang dari Maret 2025. Penurunan ini terjadi di perkotaan (6,6%) dan perdesaan (10,72%), didorong stabilitas harga dan program bantuan sosial.
Institute for Development of Economics and Finance (Indef) ingatkan risiko kemiskin kembali tinggi akibat ketergantungan subsidi dan lapangan kerja informal yang rentan gejolak global. Garis kemiskinan Rp641.443/kapita/bulan per September 2025 masih rapuh terhadap inflasi pangan dan pengangguran terselubung.
Penduduk miskin terbanyak di Jawa (13,66 juta jiwa), sedangkan Kalimantan paling rendah (880 ribu jiwa atau 3,76%). Tren ini sejalan target RAPBN 2026 capai 6,5-7,5%, tapi butuh diversifikasi ekonomi riil.