
Indonesia menandatangani kontrak pembelian 48 unit jet tempur KAAN generasi kelima dari Turki pada Juli 2025 di pameran IDEF Istanbul, senilai sekitar US$10 miliar atau Rp160 triliun. Kesepakatan ini, disaksikan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, jadi sorotan media asing seperti Daily Sabah dan Turkiye Today sebagai ekspor pertahanan terbesar Turki, plus BBC yang soroti konteks APBN tekor.
Alasan Strategis
Kontrak tindak lanjut G2G Juni 2025 untuk modernisasi TNI AU, lengkap transfer teknologi dan pabrik lokal di Indonesia guna kembangkan industri pertahanan dalam negeri. Istana tekankan perlunya perkuat pertahanan wilayah luas Indonesia dengan alutsista canggih siluman.
Dampak Internasional
Media Turki puji kemitraan bilateral, sementara domestik ramai kritik soal timing efisiensi anggaran Prabowo; pengiriman direncanakan 10 tahun ke depan.