
Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal PDIP, memang membahas rencana pengiriman sekitar 8 ribu prajurit TNI ke Gaza pada 15 Februari 2026.
Hasto menekankan bahwa pengiriman pasukan perdamaian harus melalui koordinasi PBB, sesuai tradisi Indonesia sejak dulu, untuk menjaga prinsip keadilan internasional dan Pancasila dalam Piagam PBB. Ia khawatir jika dilakukan di luar PBB, seperti melalui Board of Peace, akan mahal dan kurang efektif, mengingat keterbatasan fiskal nasional.
Rencana ini berasal dari pernyataan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada 10 Februari 2026, yang menyebut kemungkinan mengirim sekitar 8.000 prajurit TNI sebagai bagian komitmen perdamaian di Gaza. TNI sudah mulai melatih personel seperti tenaga medis dan zeni untuk misi kemanusiaan ini, meski masih dalam tahap persiapan.
PDIP berharap Indonesia memimpin inisiatif melalui PBB dan solidaritas Asia-Afrika, bukan menjadi subordinat negara lain. DPR juga soroti risiko dan biaya tinggi, menuntut mandat jelas dari PBB.