Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Hashim Ungkap Rencana Pemerintah Bagikan HP Gratis dan Rekening Digital untuk Warga

Hashim Djojohadikusumo mengungkap rencana pemerintah membagikan HP gratis dengan rekening digital untuk mendukung penyaluran bansos. Namun, jadwal dan kriteria penerima masih perlu menunggu penjelasan resmi.

Pemerintah berencana menyediakan telepon genggam (HP) yang dilengkapi rekening digital untuk mendukung penyaluran bantuan sosial (bansos) secara langsung kepada masyarakat. Rencana tersebut disampaikan Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, dalam acara Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Hashim menjelaskan, ponsel dan rekening digital tersebut diharapkan dapat memperluas akses layanan keuangan, terutama bagi masyarakat yang belum memiliki rekening bank. Melalui sistem ini, bantuan pemerintah direncanakan dapat dikirim langsung ke rekening penerima tanpa harus disalurkan dalam bentuk uang tunai fisik.

Setiap warga negara akan diberikan ponsel yang dilengkapi rekening digital. Seluruh dana akan tersedia di sana dan dikirimkan ke rekening masing-masing"
Hashim Djojohadikusumo Utusan Khusus Presiden Bidang liklim dan Energi

Dalam paparannya, Hashim juga menyebut pemerintah telah menugaskan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk membantu pembukaan rekening bagi masyarakat yang belum terjangkau layanan perbankan. Ia mengutip perkiraan bahwa sekitar 30 persen penduduk Indonesia belum memiliki rekening bank.

Selain rencana pembagian HP, pemerintah juga menyiapkan pembukaan rekening secara gratis. Hashim menyebut biaya pembukaan rekening sebesar Rp50.000 akan dibebaskan. Sementara itu, program rekening dengan saldo awal Rp50.000 bagi masyarakat berusia 17 tahun juga diberitakan sebagai rencana tersendiri.

Meski demikian, mekanisme pembagian ponsel, jadwal pelaksanaan, serta kriteria pasti penerima HP gratis belum dijelaskan secara terperinci dalam laporan yang tersedia. Karena itu, rencana tersebut belum dapat diartikan sebagai bantuan yang sudah bisa langsung didaftarkan atau diterima masyarakat.

Masyarakat diimbau menunggu pengumuman resmi pemerintah mengenai persyaratan dan prosedur program. Hindari memberikan data pribadi, PIN, kata sandi, atau kode OTP kepada pihak yang mengaku membuka pendaftaran sebelum informasi resmi tersedia.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.