
Hashim Djojohadikusumo menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak memiliki lahan kelapa sawit sedikit pun di Indonesia, termasuk di Aceh, Sumatera Utara, atau Sumatera Barat. Pernyataan ini disampaikan untuk membantah hoaks yang disebarkan pihak-pihak tertentu, yang diduga koruptor dengan lahan sawit ilegal mencapai 3 juta hektare di hutan lindung dan taman nasional.
Konteks Penyebaran Hoaks
Hashim menyebut aktor di balik fitnah ini adalah koruptor yang merusak lingkungan melalui sekitar 200 perusahaan dengan konsesi ilegal. Ia menyoroti komitmen pemerintah Prabowo untuk melindungi hutan, seperti penutupan operasional PT Toba Pulp Lestari di Sumatera Utara.
Dukungan Lingkungan
Hashim menjanjikan pemerintah akan serap aspirasi masyarakat soal perlindungan kawasan hutan dan berharap penutupan TPL bersifat permanen. Pernyataan ini muncul di tengah rencana ekspansi sawit legal untuk swasembada energi, tapi tanpa keterlibatan pribadi Prabowo.