
Harga emas dunia melonjak tajam setelah serangan gabungan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari 2026, mendorong permintaan safe haven akibat ketegangan geopolitik Timur Tengah.
Harga emas spot menguat 1,80% menjadi US$5.278 per troy ons pada 28 Februari, dari level US$5.182 sebelum serangan, dan naik kumulatif 3,12% dalam seminggu. Sebelumnya, harga berada di US$5.108 pada 21 Februari dan US$5.244 pada 24 Februari, menunjukkan tren kenaikan yang mempercepat eskalasi militer.
Investor global berbondong-bondong ke emas sebagai lindung nilai risiko perang, mirip pola saat konflik sebelumnya, dengan analis prediksi bisa menembus US$5.500 per troy ons dalam seminggu jika konflik meluas.
Harga emas Antam 24 karat naik Rp40.000 menjadi Rp3.085.000 per gram pada 28 Februari, akumulasi naik dari Rp3.012.000 minggu lalu, sejalan dengan penguatan global. Prediksi ekonomi bisa mencapai Rp3,4 juta per gram jika perang Iran-Israel berlanjut, karena faktor geopolitik dominan atas data ekonomi AS.
Serangan AS-Israel konfirmasi Trump picu ketakutan gangguan pasokan minyak dan eskalasi regional, mendorong alokasi aset aman seperti emas dan perak. Negosiasi nuklir gagal di Jenewa tambah, sementara balasan Iran rudal perkuat volatilitas pasar komoditas.