Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Guru Rela Gendong Siswi Disabilitas Saat Wisata Sekolah agar Bisa Bahagia Bersama Teman-Temannya

Guru bernama Jim Freeman rela menggendong Ryan Neighbors, siswi berusia 10 tahun pengguna kursi roda, saat wisata sekolah di Amerika Serikat pada 2019. Aksinya memungkinkan Ryan menjelajahi kawasan fosil bersama teman-temannya.

Sebuah kisah mengharukan datang dari kegiatan wisata sekolah ketika seorang guru menunjukkan kepedulian kepada siswinya yang memiliki disabilitas fisik. Guru bernama Jim Freeman dikabarkan rela menggendong Ryan Neighbors, siswi berusia 10 tahun, agar ia tetap bisa menikmati perjalanan bersama teman-teman sekelasnya.

Kisah tersebut dibagikan melalui akun Instagram wartakertas.id dengan merujuk pada dokumentasi Team Ryan. Dalam unggahan itu, Ryan disebut menggunakan kursi roda karena kondisi spina bifida, yaitu kelainan bawaan yang dapat memengaruhi perkembangan tulang belakang dan kemampuan gerak seseorang. Kondisi tersebut membuat Ryan membutuhkan dukungan tambahan ketika mengikuti kegiatan di luar lingkungan sekolah.

Perjalanan wisata yang seharusnya menjadi momen menyenangkan bagi seluruh siswa sempat menimbulkan kekhawatiran bagi ibunya, Shelly King. Ia khawatir Ryan akan kesulitan mengikuti kegiatan karena sejumlah lokasi wisata memiliki jalur yang tidak mudah diakses oleh pengguna kursi roda. Situasi tersebut berpotensi membuat Ryan terpisah dari teman-temannya saat mereka menjelajahi tempat wisata.

Untuk membantu Ryan, Jim Freeman, seorang guru di sekolah yang sama tetapi bukan guru kelas Ryan, menawarkan diri untuk menggendongnya menggunakan alat pembawa khusus. Ia membawa Ryan menyusuri jalur berbatu dan medan yang sulit diakses kursi roda di Falls of the Ohio State Park, kawasan wisata fosil di perbatasan Indiana dan Kentucky, Amerika Serikat.

Perjalanan tersebut berlangsung sekitar satu jam di tengah cuaca panas. Berkat bantuan Freeman, Ryan akhirnya dapat melihat langsung fosil dan menjelajahi kawasan yang sebelumnya dikhawatirkan tidak bisa ia kunjungi. Ia pun berkesempatan menikmati pengalaman yang sama dengan teman-temannya, tanpa harus menjalani kegiatan alternatif secara terpisah.Bagi Shelly King, tindakan Freeman menjadi momen yang sangat berarti. Sebagai ibu, ia biasanya berusaha mencari cara agar putrinya tetap bisa mengikuti kegiatan sekolah. Namun, kali ini ada seorang guru yang secara sukarela mengambil peran tersebut agar Ryan dapat menikmati perjalanan bersama teman-temannya. Kisah itu kemudian dibagikan melalui halaman Facebook Team Ryan dan mendapat perhatian luas dari masyarakat.Freeman sendiri menyebut tindakannya bukan sesuatu yang luar biasa. Ia menilai membantu siswa merupakan bagian dari kepedulian yang semestinya ditunjukkan di lingkungan sekolah. Sikap tersebut memperlihatkan bahwa dukungan sederhana dari orang-orang di sekitar dapat membuka kesempatan bagi anak-anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang mereka sukai.Kisah Ryan juga menyoroti pentingnya aksesibilitas dalam kegiatan pendidikan. Kunjungan lapangan seharusnya dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan seluruh siswa, termasuk mereka yang menggunakan kursi roda atau memiliki keterbatasan mobilitas. Jalur yang ramah disabilitas, fasilitas pendukung, dan perencanaan yang inklusif dapat membantu mencegah siswa kehilangan kesempatan belajar dan bersosialisasi bersama teman sebayanya.Peristiwa ini sebenarnya terjadi pada September 2019, meskipun kembali beredar di media sosial. Kisah Jim Freeman dan Ryan Neighbors tetap menjadi pengingat bahwa kepedulian seorang guru tidak hanya terlihat di ruang kelas, tetapi juga melalui upaya memastikan setiap siswa merasa dilibatkan dan memiliki kesempatan untuk menciptakan kenangan bersama teman-temannya.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.