
Kebakaran hebat melanda Vondelkerk, gereja bersejarah bergaya neo-Gotik di Amsterdam, Belanda, pada dini hari 1 Januari 2026, bertepatan dengan perayaan Tahun Baru. Insiden tersebut menyebabkan menara setinggi sekitar 50 meter runtuh ke dalam bangunan utama dan menghancurkan sebagian besar atap gereja. Meski kerusakan tergolong parah, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam peristiwa ini.
Api dilaporkan mulai berkobar sekitar pukul 00.45 waktu setempat. Kobaran dengan cepat menjalar ke bagian atap dan menara, dipicu oleh angin kencang yang menyebarkan percikan api ke seluruh struktur bangunan. Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api hingga siang hari, sementara area di sekitar Vondelpark dievakuasi demi keselamatan warga.
Akibat kebakaran tersebut, sejumlah rumah di sekitar lokasi sempat mengalami pemadaman listrik. Insiden ini menjadi bagian dari rangkaian kekacauan Malam Tahun Baru di Belanda, yang diwarnai berbagai kecelakaan dan kerusuhan. Otoritas setempat menduga penggunaan kembang api ilegal turut berkontribusi terhadap terjadinya kebakaran, meski penyelidikan resmi masih berlangsung.
Vondelkerk merupakan salah satu bangunan ikonik Amsterdam yang dibangun pada akhir abad ke-19 oleh arsitek ternama Pierre Cuypers, sosok yang juga merancang Rijksmuseum. Gereja ini berusia sekitar 154 tahun saat kebakaran terjadi. Awalnya berfungsi sebagai gereja Katolik Roma hingga 1977, Vondelkerk kemudian dialihfungsikan menjadi pusat kegiatan budaya, termasuk konser dan acara publik.
Kebakaran kali ini bukan yang pertama bagi Vondelkerk. Menara gereja tersebut sebelumnya juga pernah hancur akibat kebakaran pada 1904, sebelum akhirnya dibangun kembali dan menjadi bagian penting dari lanskap budaya Amsterdam.
Wali Kota Amsterdam, Femke Halsema, menyebut kebakaran ini sebagai peristiwa yang “sangat menyedihkan” bagi kota dan warganya. Di tengah duka, warga lokal mulai menggalang dana melalui media sosial dengan harapan Vondelkerk dapat direstorasi dan dibangun kembali sebagai simbol warisan sejarah dan budaya kota.
Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Pemerintah kota memastikan upaya pengamanan dan pemulihan akan dilakukan, sembari menilai tingkat kerusakan bangunan bersejarah tersebut.