Garudeya adalah hiasan dada emas seberat 1,163 kg (emas 22 karat) milik era Raja Airlangga abad XII-XIII, kini jadi koleksi Museum Mpu Tantular di Sidoarjo, Jawa Timur. Artefak ini ditemukan secara tak sengaja pada 21 Juni 1989 oleh Seger, anak berusia 12 tahun yang saat itu bekerja serabutan membersihkan pematang sawah di Desa Plaosan, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.
Hiasan ini dihiasi 48 batu permata simetris (dari aslinya 64), menggambarkan Garuda membawa kendi Amrta dari cerita Adiparwa Mahabharata, plus motif raksasa penjaga dan simbol kekuasaan Dewa Siwa. Diduga cenderamata Raja Siam ke Kerajaan Kahuripan Airlangga, dengan pengaruh seni Cina pada paruh Garuda.
Seger laporkan temuan ke warga dan otoritas; setelah verifikasi multidisiplin, jadi koleksi museum yang sempat nyaris pindah ke pusat tapi dipertahankan Jatim. Pemerintah beri beasiswa Seger hingga lulus insinyur atas jasanya. Kisah ini viral lagi via pemandu museum Suyatno pada 5 Februari 2026.