
Fenomena langka parade enam planet (planetary parade) memang terjadi pada malam 28 Februari 2026 dan dapat disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia setelah matahari terbenam, asalkan cuaca cerah.
Enam planet Tata Surya—Merkurius, Venus, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Jupiter—tampak berjejer rapat di langit barat, menciptakan ilusi barisan lurus dari perspektif Bumi. Fenomena ini bukanlah pengaturan sempurna secara astronomis, melainkan efek optik karena posisi orbit relatif mereka berada di sisi langit yang sama. Venus, Saturnus, dan Jupiter paling mudah dilihat mata telanjang karena kecerahannya tinggi; Merkurius dekat cakrawala, sementara Uranus dan Neptunus butuh teropong atau teleskop untuk melihat dengan jelas. Urutan dari barat ke timur: Merkurius, Venus, Neptunus, Saturnus, Uranus, Jupiter.
Puncak pengamatan di Indonesia jatuh sekitar pukul 18.00-19.00 WIB (sesuai zona waktu setempat: WIB, WITA, WIT), tepat 30-45 menit setelah Maghrib saat langit mulai gelap. Arahkan pandangan ke cakrawala barat daya yang bebas hambatan seperti bangunan atau pohon; aplikasi seperti Star Walk 2 membantu mengidentifikasi posisi secara real-time.
Di Jakarta, mulai terlihat pukul 18.13 WIB; durasi optimal hanya sekitar setengah jam sebelum planet terbenam. Fenomena konfirmasi BRIN dan NASA aman diamati langsung tanpa alat khusus untuk empat planet utama, tapi gunakan teropong binocular tingkatkan pengalaman.
Parade yang melibatkan enam planet jarang terjadi (terakhir serupa 2022 dengan lima planet), karena memerlukan sinkronisasi orbit unik yang berlangsung singkat. Ini jadi kesempatan edukatif amati dinamika Tata Surya, mirip parade tujuh planet yang lebih ekstrem tapi belum tercatat modern.