Dua pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, terungkap menggunakan narkotika jenis sabu. Keduanya bekerja di SPPG yang berbeda dan kasusnya tidak saling berkaitan.
Kasus tersebut diungkap oleh Polres Tulungagung. Setelah diamankan, kedua pekerja menjalani asesmen melalui Tim Asesmen Terpadu (TAT) di Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tulungagung.
Menurut Kepala BNNK Tulungagung Wasbeka Abie Yuwono, keduanya mengaku menggunakan sabu dengan alasan agar dapat tetap terjaga dan kuat saat bekerja pada malam hari. Pengakuan tersebut disampaikan dalam proses asesmen.

Kedua pekerja tersebut diketahui bertugas di dua SPPG berbeda, yakni SPPG Gendingan dan SPPG Pucangan. BNNK menegaskan kedua kasus tersebut tidak memiliki keterkaitan satu sama lain.
Hasil asesmen kemudian menghasilkan rekomendasi penanganan yang berbeda. Salah satu pekerja direkomendasikan menjalani rehabilitasi karena dikategorikan sebagai penyalahguna narkotika.
Sementara pekerja lainnya tetap menjalani proses hukum. BNNK menyebut terdapat indikasi keterkaitan dengan jaringan peredaran narkotika sehingga penanganannya tidak hanya sebagai pengguna.
BNNK juga menjelaskan bahwa salah satu kasus telah terungkap beberapa waktu sebelumnya, sedangkan kasus lainnya baru terungkap sekitar tiga minggu sebelum proses asesmen. Keduanya disebut masih berusia sekitar 20-an tahun.
Dari hasil pemeriksaan, penggunaan sabu disebut dilakukan di luar jam kerja, ketika para pekerja berada di tempat kos. Meski demikian, alasan penggunaan untuk menunjang pekerjaan tetap menjadi perhatian karena narkotika bukan merupakan suplemen atau cara yang aman untuk menjaga stamina.
BNNK Tulungagung mengingatkan pekerja SPPG agar tidak menggunakan narkotika dengan alasan tuntutan pekerjaan. BNNK juga mendorong pengelola SPPG melakukan sosialisasi bahaya narkoba serta deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkotika.
Kasus ini juga mendorong perhatian terhadap proses perekrutan dan pengawasan pekerja di lingkungan SPPG. BNNK menyarankan adanya pemeriksaan atau deteksi dini secara berkala untuk mencegah kasus serupa.