Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Dua Bulan Pascabanjir Bandang: Sawah Aceh dan Sumut Berubah Menjadi Lautan Lumpur

Dua bulan pascabencana banjir bandang akhir November 2025 di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, ribuan hektar sawah masih tertutup lumpur setebal hingga 2 meter, mengancam ketahanan pangan petani lokal. Petani seperti Maulizar di…

Dua bulan pascabencana banjir bandang akhir November 2025 di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, ribuan hektar sawah masih tertutup lumpur setebal hingga 2 meter, mengancam ketahanan pangan petani lokal. Petani seperti Maulizar di Gampong Beuringen, Pidie Jaya, Aceh, kini beralih mencari nafkah dari memipih biji melinjo untuk emping sambil bertanya, “Kalau tidak ada sawah, apa yang bisa dimakan?”.

Total 107.324 hektare sawah rusak: Aceh (54.850 ha), Sumut (37.984 ha), Sumbar (14.754 ha), dengan rincian kerusakan berat hingga 10% total lahan di ketiga provinsi. Sawah pinggiran berubah lautan lumpur, irigasi rusak, dan musim tanam terlewat, memicu krisis pangan seperti era 1980-an.

Pemerintah mengalokasikan Rp1,5 triliun untuk rehabilitasi: Rp15 juta/ha rusak berat, Rp7 juta/ha sedang; lumpur direncanakan jadi material tanggul. Kementan menargetkan menanam padi di lahan cadangan, namun petani lambatnya melakukan pembersihan dan validasi data.

Seka one

Penulis

Seka one

Penulis di Pewarta Nusantara.