Ade Muplihin, seorang pengemudi ojek online asal Kabupaten Garut, Jawa Barat, menjadi perhatian setelah kisahnya merawat puluhan anak yatim dan dhuafa beredar di media sosial. Ade disebut mengandalkan penghasilannya sebagai pengemudi ojek online untuk memenuhi kebutuhan anak-anak yang diasuhnya.

Kisah tersebut diberitakan oleh Merdeka.com pada Desember 2024 berdasarkan informasi dari Salam Mukti Foundation. Saat itu, Ade disebut berusia 55 tahun dan mengasuh sekitar 30 anak. Penghasilannya dari bekerja sebagai pengemudi ojek online dilaporkan tidak mencapai Rp50 ribu per hari.

Dengan penghasilan tersebut, kebutuhan sehari-hari anak-anak asuh tetap harus dipenuhi. Laporan mengenai kondisi mereka menyebut kebutuhan makanan menjadi salah satu persoalan yang dihadapi. Dalam keadaan tertentu, anak-anak disebut hanya mendapatkan makanan sederhana, termasuk mi instan.

Keterbatasan tersebut juga terjadi pada kondisi tempat tinggal. Salam Mukti Foundation menyebut beberapa bangunan tempat Ade merawat anak-anak mulai mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan. Kondisi itu kemudian mendorong yayasan tersebut membuka penggalangan dana untuk membantu menyediakan tempat tinggal dan kebutuhan yang lebih layak bagi anak-anak asuh.

Penggalangan dana tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan anak-anak yatim dan dhuafa yang berada dalam pengasuhan Ade. Dalam laporan Merdeka.com pada Desember 2024, dana yang terkumpul saat itu disebut telah melampaui Rp15 juta dari target Rp75 juta.

Kisah Ade kemudian kembali beredar melalui unggahan media sosial pada 2026. Namun, informasi mengenai jumlah anak asuh dan kondisi penggalangan dana dalam unggahan terbaru perlu dibedakan dari data yang diberitakan pada 2024. Sumber pemberitaan yang dapat diverifikasi menyebut sekitar 30 anak, sementara unggahan yang beredar menyebut angka 31 anak.

Ade menjalani aktivitas sebagai pengemudi ojek online di tengah tanggung jawabnya memenuhi kebutuhan puluhan anak yang diasuh. Kisah tersebut memperlihatkan bagaimana pekerjaan dengan pendapatan harian digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengasuhan yang jauh lebih besar dari kebutuhan rumah tangga biasa.