
Pemerintah Singapura berencana menerapkan regulasi baru untuk penjualan blind box (kotak misteri berisi barang acak seperti figur atau mainan) karena dianggap mirip mekanisme perjudian akibat unsur peluang yang tidak transparan.
Menteri Dalam Negeri K. Shanmugam mengumumkan rencana ini pada 12 Februari 2026, merespons pertanyaan parlemen soal risiko adiksi, terutama pada anak dan remaja, setelah kajian bersama Otoritas Regulasi Perjudian (GRA). Lembaga sosial seperti TOUCH Community Services memperingatkan normalisasi permainan peluang ini bisa dorong perilaku judi terselubung.
Kewajiban ungkap peluang/probabilitas item langka secara standar di kemasan atau platform penjualan. Pembatasan penjualan untuk lindungi konsumen muda, mirip larangan Tiongkok bagi anak di bawah 8 tahun. Skema lisensi khusus seperti mystery box sebelumnya, dengan detail diumumkan kemudian.
Aturan ini sejalan dengan pendekatan Singapura sebelumnya, seperti larangan mesin hadiah misteri 2018, untuk cegah model bisnis acak jadi lotre publik.