
Esther Aprilita disebut-sebut sebagai salah satu korban perempuan dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada 17 Januari 2026.
Esther dikenal sebagai wanita cantik yang bekerja sebagai pramugari di pesawat tersebut, dengan penampilan menarik yang ramai dibahas di media sosial pasca-insiden. Ia termasuk di antara 10 manifes (7 awak dan 3 penumpang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan) yang tidak selamat, dan jenazahnya dievakuasi dari jurang sekitar 200 meter menggunakan teknik mountaineering akibat kabut tebal dan medan ekstrem.
Buku diary milik Esther ditemukan tim SAR di lokasi jatuh pesawat dan menjadi sorotan karena isinya yang emosional, termasuk catatan pribadi serta refleksi kehidupan sehari-hari yang kini viral di media sosial. Penemuan ini menambah dimensi humanis pada tragedi yang telah menewaskan seluruh penumpang.