
Mata uang Iran, rial (IRR), memang mengalami anjlok dramatis ke level terendah sejarah pada awal 2026, mencapai sekitar IRR 1,4 juta per USD di pasar bebas. Nilai tukar ini membuat 1 rial setara kurang dari US$0,0001 atau sekitar Rp0,015, mencerminkan depresiasi hingga 2.200% year-to-date akibat krisis ekonomi parah.
Penyebab Utama
Inflasi point-to-point melonjak 52,6% per akhir Desember 2025, ditambah sanksi internasional terkait program nuklir yang batasi ekspor minyak dan akses devisa. Ketidakpastian politik dari protes anti-pemerintah sejak akhir 2025 memperburuk eksodus modal, dengan warga buru dolar dan emas untuk lindungi aset.
Dampak Ekonomi
Harga pangan pokok seperti beras dan daging naik tajam, sementara importir kesulitan stok barang karena biaya penggantian melonjak. Bank Sentral Iran gagal stabilkan nilai tukar, memicu spekulasi pelemahan lebih lanjut di tengah pemadaman internet dan bentrokan demonstrasi.