
Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen memang meminta Presiden AS Donald Trump menghentikan rencana pencaplokan Greenland pada 4 Januari 2026, menyusul pernyataan Trump yang mengulangi kebutuhan strategis wilayah tersebut. Pernyataan Frederiksen menegaskan AS tidak berhak mengklaim Greenland sebagai bagian Kerajaan Denmark, memperingatkan agar ancaman berhenti terhadap sekutu NATO dekat.
Konteks Ketegangan
Trump menyebut Greenland krusial untuk pertahanan nasional AS dan kaya mineral, terpicu pasca-operasi militer di Venezuela, dengan pernyataan di Air Force One: “Denmark tidak akan mampu kelola”. Frederiksen balas di media sosial bahwa Greenland “tidak untuk dijual” dan dilindungi NATO.
Respons Tambahan
PM Greenland Jens-Frederik Nielsen sebut komentar Trump “tidak hormat”; Denmark masuk “full crisis mode” dengan penguatan hubungan bilateral dan beli jet F-35. Mayoritas warga Greenland tolak jadi bagian AS meski inginkan kemerdekaan dari Denmark.