Perjuangan anak-anak di Desa Huoi Ha, Provinsi Dien Bien, Vietnam, untuk mendapatkan pendidikan kembali menjadi sorotan. Saat musim hujan membuat sungai meluap dan arus menjadi deras, sejumlah siswa harus menyeberangi sungai dengan cara yang tidak biasa: berada di dalam kantong plastik berukuran besar.
Dalam praktik tersebut, anak dimasukkan ke dalam kantong plastik besar bersama perlengkapan sekolah. Orang dewasa kemudian berenang sambil menarik atau mendorong kantong tersebut menuju seberang sungai. Cara ini dilakukan untuk menjaga pakaian dan perlengkapan sekolah tetap kering.

Desa Huoi Ha berada di wilayah pegunungan Provinsi Dien Bien, Vietnam bagian barat laut, tidak jauh dari perbatasan Laos. Kondisi geografis yang sulit membuat akses menuju fasilitas pendidikan menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat setempat.
Menurut laporan yang beredar, lebih dari 50 anak di wilayah tersebut bergantung pada metode penyeberangan semacam ini ketika musim hujan. Jembatan bambu yang biasanya digunakan warga kerap rusak atau hanyut akibat banjir, sedangkan rakit juga dinilai tidak aman ketika arus sungai terlalu kuat.
Perjuangan para siswa ternyata tidak berhenti setelah berhasil menyeberangi sungai. Mereka masih harus berjalan kaki melalui jalur pegunungan dan hutan menuju sekolah berasrama. Jaraknya disebut mencapai sekitar 15 kilometer dan dapat membutuhkan waktu hingga lima jam perjalanan.

Para siswa biasanya tinggal di sekolah selama hari-hari belajar dan kembali ke rumah pada akhir pekan. Kondisi tersebut menjadi pilihan karena perjalanan pulang-pergi setiap hari sangat berat, terutama ketika hujan membuat sungai dan jalur menuju desa semakin sulit dilalui.
Kisah tersebut menggambarkan besarnya perjuangan masyarakat di wilayah terpencil untuk mempertahankan akses pendidikan. Bagi anak-anak di Huoi Ha, sungai yang deras bukan hanya menjadi penghalang perjalanan, tetapi juga bagian dari perjuangan mereka untuk tetap bersekolah.
Meski demikian, metode memasukkan anak ke dalam kantong plastik dan berenang melintasi sungai jelas memiliki risiko keselamatan yang tinggi. Solusi permanen berupa jembatan atau infrastruktur penyeberangan yang aman tetap menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Menariknya, kisah serupa mengenai anak-anak Huoi Ha sebenarnya telah diberitakan media internasional sejak 2019. Artinya, foto yang kembali beredar di media sosial bukanlah fenomena baru yang baru terjadi tahun ini.
Karena itu, gambar tersebut lebih tepat dipahami sebagai dokumentasi perjuangan akses pendidikan di wilayah terpencil Vietnam yang kembali viral, bukan kejadian baru yang secara khusus terjadi pada September 2026.