
Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, menunjukkan kekecewaannya saat bertemu Suderajat, pedagang es gabus yang sempat viral karena dituduh menggunakan spons sebagai bahan dagangan oleh oknum aparat. Uang bantuan Rp15 juta darinya—Rp10 juta untuk utang dan kontrakan, Rp5 juta untuk modal usaha—malah ingin dipakai Suderajat untuk biaya pernikahan anaknya, bukan untuk usaha baru seperti yang disarankan.
Suderajat mendapat simpati publik setelah tudingan tersebut terbukti salah, dengan esnya lolos uji lab dan aman dikonsumsi. Ia menerima bantuan masif: puluhan juta rupiah, renovasi rumah, motor, hingga umrah gratis dari berbagai pihak.
Dalam pertemuan akhir Januari 2026, Dedi bertanya rencana penggunaan uang modal: “Jadi uang Bapak masih utuh? Sudah mantap mau dipakai bagaimana?” Suderajat mengaku ingin pakai Rp5 juta untuk nikahkan anak, membuat Dedi geleng kepala dan semprot karena dianggap bohong soal kondisi ekonominya yang sebenarnya sudah membaik. Dedi menyarankan anaknya sekolah dulu via program Sekolah Rakyat, bukan langsung nikah.
Dedi menekankan uang bantuan harus untuk usaha tetap, bukan keliling lagi, agar ekonomi Suderajat stabil. Ketua RW konfirmasi anak Suderajat putus sekolah sejak SD dan ada tawaran pendidikan dari dinas sosial.