
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, memang mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya sekaligus mengajukan pensiun dini pada Jumat, 13 Februari 2026.
Daryono menyatakan keputusan ini didasari kondisi kesehatan, khususnya distrofi kornea yang memerlukan perawatan medis intensif, sehingga ia mengambil cuti dinas sebelum pensiun efektif per 1 Mei 2026. Ia meminta media tidak lagi menyebut jabatannya dalam berita ke depan.
Sebagai seismolog senior sejak 2005, Daryono dikenal publik melalui edukasi gempa dan tsunami yang jelas via media sosial. Ia tetap berkomitmen berbagi ilmu secara pribadi atas tanggung jawab ilmiah, edukatif, dan moral di Indonesia rawan bencana. Jabatan sementara diisi Plt Rahmat Triyono, sementara Daryono masih pegawai BMKG hingga Mei mendatang.