Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Cuaca Buruk & Medan Ekstrem Hambat Evakuasi Korban ATR 42-500

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport jatuh di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan pada 17 Januari 2026, setelah hilang kontak pukul 13.17 WITA saat rute Yogyakarta-Makassar. Penumpang berjumlah 11 orang (3…

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport jatuh di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan pada 17 Januari 2026, setelah hilang kontak pukul 13.17 WITA saat rute Yogyakarta-Makassar. Penumpang berjumlah 11 orang (3 staf KKP, 8 kru) belum ditemukan semua, dengan satu jenazah laki-laki ditemukan Minggu (18/1) pukul 13.43 WITA di kedalaman jurang 200 meter.​​

Pesawat lepas landas Jogja pukul 11.40 WIB, komunikasi normal hingga mendekati Makassar tapi keluar jalur saat approach runway.​

Saksi lihat pesawat rendah, ledak, dan material besi jatuh sebelum menghantam gunung; badan pesawat hancur, ekor terpisah, serpihan tersebar.​

Pagi 18/1: Serpihan jendela, rangka, kursi, dan lokomotif mesin ditemukan pukul 07.46-07.52 WITA via helikopter SAR; badan pesawat utuh di utara puncak.​

Evakuasi jenazah terhambat cuaca buruk, kabut tebal (visibilitas 3-5 m), dan medan terjal; tim mendirikan tenda dan tunda hingga Senin.

Basarnas kerahkan 400 personel TNI-Polri, KNKT buru black box di ekor pesawat untuk analisis penyebab (cuaca atau teknis); ELT rusak kemungkinan akibat hantaman gunung. Keluarga korban seperti pramugari Florencia dan analis Ferry Irawan berduka, dengan KKP konfirmasi pesawat sewaan resmi.​

Seka one

Penulis

Seka one

Penulis di Pewarta Nusantara.