Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Cinta Datang Terlambat? Studi Ungkap Usia 27–35 Tahun Jadi Periode Emas Menemukan Jodoh

Cinta Datang Terlambat? Studi Ungkap Usia 27–35 Tahun Jadi Periode Emas Menemukan Jodoh   Sejumlah studi menunjukkan bahwa cinta sejati kerap datang bukan di usia belia, melainkan ketika seseorang memasuki fase dewasa penuh. Rentang…

Cinta Datang Terlambat? Studi Ungkap Usia 27–35 Tahun Jadi Periode Emas Menemukan Jodoh

 

Sejumlah studi menunjukkan bahwa cinta sejati kerap datang bukan di usia belia, melainkan ketika seseorang memasuki fase dewasa penuh. Rentang usia 27 hingga 35 tahun disebut-sebut sebagai periode paling ideal untuk menemukan pasangan hidup, seiring meningkatnya kematangan emosional dan pengalaman hidup.

 

Salah satu temuan yang banyak dikutip berasal dari Dr. Hannah Fry, ahli matematika asal Inggris. Melalui pendekatan matematika, statistik, dan algoritme, Fry meneliti hubungan antara usia dan peluang seseorang bertemu pasangan hidup. Hasil analisisnya menyebutkan bahwa peluang menemukan “the one” dari orang-orang yang ditemui hanya sekitar 37 persen. Angka tersebut mengindikasikan bahwa proses menemukan pasangan ideal membutuhkan waktu, sering kali hingga akhir usia 20-an atau awal 30-an.

 

Menurut Fry, pada usia awal 20-an, banyak hubungan masih bersifat eksploratif. Individu cenderung menjalin relasi sebagai bagian dari proses belajar, mengenal diri sendiri, dan memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan dari sebuah hubungan. Kegagalan dan putus cinta di fase ini justru menjadi sumber pembelajaran penting.

Memasuki usia 27 hingga 35 tahun, seseorang umumnya dinilai lebih stabil secara emosional dan lebih realistis dalam mengambil keputusan. Pengalaman masa lalu, baik dari hubungan pribadi maupun pengamatan terhadap relasi orang lain, membuat individu lebih bijak dalam menentukan pasangan dan kesiapan berkomitmen jangka panjang, termasuk pernikahan.

Meski demikian, para peneliti menekankan bahwa temuan ini bukanlah aturan mutlak. Faktor budaya, latar belakang sosial, serta pengalaman personal sangat memengaruhi perjalanan cinta setiap individu. Di Indonesia, misalnya, norma pernikahan di usia muda masih cukup umum. Namun, tren global menunjukkan semakin banyak orang memilih membangun hubungan serius di usia 30-an, dengan pertimbangan kematangan dan kesiapan sebagai fondasi hubungan yang lebih langgeng.

 

Sumber: wearenesia

Pole Vox

Penulis

Pole Vox

Penulis di Pewarta Nusantara.