Minggu, 25 Oktober 2026
Masuk
Berita

Cekcok Soal Lahan Berujung Maut, Ayah Kandung Tew*s di Tangan Anak?

Cekcok soal lahan berujung maut di Banyuasin. Sumarno (32) diduga membacok ayah kandungnya, Sukeri (69), sebanyak tiga kali di bagian leher hingga meninggal dunia. Polisi menyebut persoalan lahan diduga menjadi pemicu. Sumarno telah ditangkap dan masih diperiksa untuk mendalami kronologi serta motif kejadian.

Cekcok Soal Lahan, Pria di Banyuasin Diduga Bacok Ayah Kandung hingga Tewas

Peristiwa tragis terjadi di Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (17/9/2026). Seorang pria bernama Sumarno (32) diduga membacok ayah kandungnya, Sukeri (69), hingga meninggal dunia.

Kejadian berlangsung di rumah Sukeri yang berada di kawasan Parit 9 sekitar pukul 11.30 WIB. Menurut keterangan awal kepolisian, sebelum kejadian Sumarno dan ayahnya sempat terlibat cekcok.

Menurut informasi yang beredar, pertikaian itu diduga berkaitan dengan persoalan lahan. Situasi yang awalnya berupa cekcok kemudian berubah menjadi dugaan pembac*kan terhadap ayah kandung hingga korban mengalami luka parah.

Perselisihan tersebut diduga berkaitan dengan persoalan lahan. Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino mengatakan, berdasarkan pemeriksaan sementara, masalah lahan antara keduanya telah menjadi persoalan yang kemudian memicu pertengkaran.

Cekcok itu kemudian berujung kekerasan. Sumarno diduga mengambil sebilah parang dan menyerang ayahnya. Sukeri mengalami tiga luka bacok di bagian leher dan meninggal dunia akibat luka tersebut.

Peristiwa tersebut disebut terjadi di hadapan ibu dan saudara perempuan Sumarno yang berada di lokasi. Polisi kemudian mendatangi tempat kejadian untuk melakukan pemeriksaan dan mengamankan barang bukti.

detik.com
Korban akhirnya meningg*l dunia setelah insiden tersebut. Polisi kemudian menangani kasus ini untuk mengungkap kronologi lengkap, termasuk penyebab cekcok dan dugaan keterlibatan sang anak dalam peristiwa tragis tersebut.

Parang yang diduga digunakan dalam kejadian tersebut telah diamankan polisi. Jenazah Sukeri kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah kejadian, Sumarno berhasil diamankan polisi dalam waktu kurang dari 24 jam. Ia kemudian dibawa ke Polres Banyuasin untuk menjalani pemeriksaan terkait kronologi dan motif kejadian.

Polisi masih mendalami persoalan lahan yang disebut menjadi pemicu cekcok. Karena penyidikan masih berlangsung, motif dan rangkaian kejadian secara lengkap masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Kasus ini kini ditangani aparat Polres Banyuasin. Informasi mengenai dugaan pembacokan dan persoalan lahan masih berdasarkan keterangan awal kepolisian dan pemeriksaan terhadap Sumarno, sehingga proses hukum tetap harus menunggu hasil penyidikan.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.